<

Pertanyaan Dalam Alkitab Mengenai Kitab Yakobus

 

P: Dalam kitab Yakobus, siapakah Yakobus itu?

J: Yakobus adalah saudara tiri Yesus Kristus. Ini bukanlah Yakobus, murid Yesus dan saudara dari Yohanes, karena Yakobus yang adalah murid sudah dibunuh.

   Kitab Yakobus ditulis dalam bahasa Yunani yang sangat baik. Yakobus mungkin telah menulis kitab itu sendiri, atau mungkin telah mendiktatkannya pada seorang ahli tulis.

 

P: Dalam Yakobus, karena Yakobus adalah Yakobus, saudara Tuhan, bukan salah satu dari dua belas murid atau rasul Paulus, mengapa kita harus membaca kitab Yakobus?

J: Kita harus membaca kitab Yakobus untuk sedikitnya dua alasan.

1. Yesus menampakkan diri terutama pada Yakobus dalam 1 Korintus 15:7.

2. Paulus mengarah pada Yakobus sebagai seorang rasul dalam Galatia 2:7-8. Hippolytus (tahun 222-235/6 A.D) mengarah pada Yakobus, saudara Tuhan dan Uskup pertama untuk Yerusalem dan satu dari tujuh puluh rasul dalam bukunya On the Twelve Apostles. Origen (tahun 225-254 A.D.) mengarah pada Josephus yang menulis tentang Yakobus dalam Origen Against Celsus buku 1 bag. 17 hal. 416.

 

P: Dalam Yakobus, kapankah kitab ini ditulis?

J: Josephus mengatakan Yakobus, saudara Tuhan mati martir tahun 62 A.D., maka kitab ini ditulis sebelum tahun tersebut.

 

P: Apakah yang dikatakan Josephus tentang Yakobus?

J: Kita memiliki dua sumber: bukunya Josephus sendiri (Antiquities of the Jews 20. 9. 1 dan 18. 5. 2), dan kedua yaitu sumber independen, Origen (yang menulis tahun 225-254 A.D.) menulis tentang apa yang ditulis Josephus. Berikut yang ditulis dalam Origen Against Celsus buku 1 bag. 47 hal. 416 yang mengatakan: “Karena dalam bukunya yang ke-18 yang berjudul Antiquities of the Jews, Josephus menjadi saksi hidup dimana Yohanes menjadi seorang Pembaptis… Penulis ini sekarang, walaupun tidak percaya pada Yesus sebagai Kristus, dalam mencari penyebab jatuhnya Yerusalem dan kehancuran bait suci, namun ia harus telah mengatakan bahwa konspirasi yang melawan Yesus adalah penyebab malapetaka yang menimpa manusia, karena mereka membunuh Kristus, yang adalah seorang nabi, yang meskipun demikian berkata – manusia, walaupun melawan keinginannya, tidak jauh dari kebenaran – bahwa bencana terjadi pada bangsa Yahudi sebagai hukuman atas kematian Yakobus yang Adil, yang adalah saudara Yesus (yang disebut Kristus), - bangsa Yahudi menbunuhnya, walaupun ia adalah orang yang paling dihormati bagi peradilannya.”

 

P: Dalam Yakobus, apakah sketsa yang bagus dari kitab ini?

J: Banyak orang mengatakan bahwa kitab Yakobus adalah kitab yang sulit untuk dibuatkan sketsa. Lima perbedaan sketsa dari kitab Yakobus disetujui pada “potongan-potongan sub-bagian”, tapi keseluruhan sketsa berbeda dalam satu sama lain. Berikut adalah sketsa yang sederhana yang bagus untuk mengingat isi dari kitab Yakobus.

Pasal.          Judul

1.                 Bertekun dalam Firman

2.                 Pekerjaan yang tidak berat sebelah

2a.     Keseimbangan: Ilustrasi, argumentasi rasional, dan argumentasi Alkitabiah

2b.     Iman dan Pekerjaan: Ilustrasi, argumentasi rasional, dan argumentasi Alkitabiah

3.                 Berbicara dengan bijak

4.                 Menurut dengan rendah hati

5.                 Berbagi dengan penuh kesabaran

 

P: Dalam Yakobus, bagian lain manakah dari Alkitab yang mirip dengan kitab ini?

J: Secara kasap mata, Yakobus terlihat unik, tapi pada pemeriksaan yang lebih dalam Yakobus mirip dengan keempat kitab lainnya.

Amsal berisi banyak perintah susila yang mirip.

Khotbah di bukit (Matius 5:3-7:23) memiliki 26 persamaan dengan kitab Yakobus.

1 Yohanes dan Yakobus memiliki persamaan yang membentur.

1 Petrus dan Yakobus juga memiliki persamaan.

   Akhirnya, kitab Yakobus menyinggung kalimat-kalimat dalam 21 kitab Perjanjian Lama.

 

P: Dalam Yakobus, apakah persamaannya dengan kitab Amsal?

J: Berikut adalah persamaannya.

Ayat-ayat yang serupa dalam Yakobus dan Amsal

Pemikiran atau gagasan

Yakobus

Amsal

Pentingnya hikmat

Yak 1:5

Ams 2:3-6

Lambat untuk berkata-kata; jangan tergesa-gesa dalam perkataan

Yak 1:19

Ams 29:20

Di dalam banyak perkataan pasti ada pelanggaran

Yak 3:2

Ams 10:19

Kejahatan/perkataan/lidah seperti api

Yak 3:6

Ams 16:27

Buah yang baik; buah kebenaran

Yak 3:18

Ams 11:30

Menentang orang congkak, mengasihani orang rendah hati

Yak 4:6 dan 1 Petrus 5:5

Ams 3:34

Jangan memegahkan diri tentang hari esok

Yak 4:13-16

Ams 27:1

Menutupi dosa

Yak 5:20; 1 Ptr 4:8

Ams 10:12

   Yakobus juga mirip dengan 1 Yohanes dan 1 Petrus. Kitab ini menyinggung bagian-bagian dari 21 kitab Perjanjian Lama.

 

P: Dalam Yakobus, apakah persamaannya dengan Khotbah di Bukit dalam Matius?

J: Berikut adalah persamaannya.

Ayat-ayat yang serupa dalam Yakobus dan Khotbah di Bukit dalam Matius

Pemikiran atau gagasan

Yakobus

Ayat-ayat lain

Percobaan dan pencobaan

Yak 1:2,12; 5:10

Mat 5:10-12; Luk 6:23

Doa

Yak 1:5; 4:3; 5:13-18

Mat 6:6-13; 7:7-12

Mata yang tunggal

Yak 1:8; 4:8

Mat 6:22-23

Kekayaan

Yak 1:10,11; 2:6-7

Mat 6:19-21, 24-34

Bapa yang memberi pemberian

Yak 1:17

Mat 7:11; Luk 11:13

Amarah

Yak 1:19-20; 4:1

Mat 5:22

Jadilah pelaku, bukan hanya pendengar

Yak 1:22

Mat 7:24-27; Luk 6:46-47

Hukum

Yak 1:25; 2:1,12-13

Mat 5:17-44

Hanya mengakui iman

Yak 1:26-27

Mat 6:1-18

Orang miskin / miskin di hadapan Allah

Yak 2:5

Mat 5:3,5; 11:5; Luk 6:20;7:22

Hukum utama

Yak 2:8

Mat 7:12

Melanggar satu hukum berarti melanggar semuanya

Yak 2:10

Mat 5:19

Pembunuhan dibandingkan hukum-hukum lain

Yak 2:11

Mat 5:21-22

Orang yang murah hati beroleh kemurahan

Yak 2:13

Mat 5:7

Iman dan perbuatan

Yak 2:14-26

Mat 7:15-27

Akar dan buah

Yak 3:10-12

Mat 7:16-20; Luk 6:44-45

Hikmat yang sejati

Yak 3:13

Mat 7:24

Pembawa damai

Yak 3:17-18

Mat 5:9

Menghakimi orang lain

Yak 4:11-12

Mat 7:1-5

Harta yang berkarat

Yak 5:2

Mat 6:19-20; Luk 6:37; 12:33

Sumpah

Yak 5:12

Mat 5:33-37

Tidak memperoleh karena tidak meminta, dibandingkan mintalah maka akan diberikan kepadamu

Yak 4:2

Mat 7:7

Berdukacita

Yak 4:9

Mat 5:4?; Luk 6:25

Jangan memegahkan diri atau khawatir tentang hari esok

Yak 4:13-15

Mat 6:34

Nabi-nabi: contoh penderitaan, dibandingkan mereka dianiaya

Yak 5:10

Mat 5:11-12; Luk 6:23

Jangan bersumpah; biarlah ya-mu ya dan tidak-mu tidak.

Yak 5:12

Mat 5:34-37

 

P: Dalam Yakobus, apakah persamaannya dengan bagian-bagian lain dalam Perjanjian Baru?

J: Berikut adalah persamaannya.

Pemikiran atau gagasan

Yakobus

Ayat-ayat lain

Iman tanpa bimbang

Yak 1:6

Mat 21:21

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Yak 2:8

Mat 22:39-40

Rendahkanlah dirimu

Yak 4:10

Mat 23:12; Luk 14:11; 18:14

Tahu apa yang benar dan tidak melakukannya: itu dosa, dibandingkan dipukul

Yak 4:17

Luk 12:47

Orang kaya menangis dan meratap, dibandingkan celakalah orang kaya

Yak 5:1

Luk 6:24-25

Elia dan kelaparan karena tidak ada hujan

Yak 5:17

Luk 4:25

 

P: Dalam Yakobus 1:1 dan Yakobus 2:1, apakah kitab Yakobus pada dasarnya adalah sebuah karya orang Yahudi dengan sedikit perbaikan dalam Kristen, seperti yang dinyatakan oleh Spitta dan Meyer?

J: Tidak. Yakobus adalah sepenuhnya karya orang Kristen untuk dua alasan utama sebagai tambahan Yakobus 1:1 dan 2:1.

1. Persamaan pada kitab-kitab Perjanjian Baru, sebut saja 1 Yohanes, 1 Petrus, dan Khotbah di Bukit dalam Matius.

2. Konsep Kristen tidak ditemukan dalam agama Yahudi, seperti diselamatkan melalui firman (Yakobus 1:18) dan “penatua jemaat” (Yakobus 5:14).

 

P: Dalam Yakobus 1:1, siapakah tepatnya yang sedang dimaksud oleh Yakobus?

J: Ada empat pandangan.

1. Bangsa Yahudi, baik orang Kristen dan sebaliknya, adalah yang utama yang dimaksud oleh Yakobus. Ini karena ia menyebutkan dua belas suku bangsa dalam penyebaran. Tentang satu-satunya konsep dalam kitab Yakobus yang mungkin tidak menyenangkan bangsa Yahudi adalah Tuhan Yesus Kristus. Tentu, jika Yesus adalah Tuhan kita (sosok yang kita patuhi), keseluruhan Alkitab juga akan menyatakan secara tidak langsung bahwa Ia adalah Allah kita, tapi hubungan ini tidak diterangkan dalam Yakobus. Juga yang tidak ada dalam kitab Yakobus adalah konsep bahwa bangsa Yahudi menolak Mesias, atau bahwa orang kafir sama dengan orang Yahudi di mata Allah. Bahkan bahasa mengenai kedatangan Tuhan kembali dalam Yakobus 5 cukup samar-samar tidak sepenuhnya mengarah pada Yesus. Rupanya Yakobus hanya mengajarkan mereka tentang Yesus yang menjadi Tuhan sebelum mengajarkan mereka hal lainnya. Pandangan ini akan cenderung didukung diantara teolog dispensasional.

2. Semua orang Kristen, di luar dari leluhur, disimbolkan disini dengan dua belas suku bangsa. Semua orang tahu bahwa bangsa Yahudi disebar diseluruh Kekaisaran Roma. Yakobus sedang membuat poin penting bahwa setelah penganiayaan di Palestina, orang Kristen disebar seperti halnya orang Yahudi. Pandangan ini akan cenderung didukung oleh teolog perjanjian.

3. Keduanya. Sepertihalnya banyak surat lain ditujukan pada yang “terpilih”, kitab Yakobus ditujukan pada semua yang percaya pada Yesus dan semua yang pada akhirnya akan percaya. Yakobus berharap akan ada banyak orang Yahudi datang pada Kristus juga.

4. Keambiguan yang disengaja. Ini hampir sama seperti pandangan ketiga, kecuali dengan pengenalan bahwa ketika orang Kristen akan membaca ini sebagai yang mengarah pada mereka, orang Yahudi yang bukan Kristen akan membaca ini juga sebagai yang mengarah pada mereka. Yakobus tidak mencoba untuk menyalahartikan ini sebagai surat yang ditulis oleh orang Yahudi bukan Kristen, karena ia menyebutkan Tuhan Yesus Kristus dalam ayat pertama. Namun demikian, orang Yahudi yang membaca surat ini tidak akan mengetahui bahwa semua yang percaya dalam Allah dengan iman akan menjadi orang Kristen.

 

P: Dalam Yakobus 1:4, tentu saja baik bahwa Allah memberikan kesabaran kepada kita, tetapi mengapa ayat ini memberi kita perintah yang tegas, yaitu bahwa menjadi tanggung jawab kita, untuk membiarkan kesabaran itu memperoleh hasil yang sempurna?

J: Salah satu alasannya adalah karena kita dapat melakukan berbagai hal untuk mengelak dari kesulitan dan memotong proses itu. Jika Allah menghendaki anda berada di suatu tempat, dan keadaan menjadi berat, apakah anda bertahan dengan sabar, atau anda lari menghindar? Syukurlah (walaupun pada saat itu mungkin tidak terasa demikian) ada beberapa percobaan yang tidak dapat kita hindari. Paulus mengalami percobaan berupa duri dalam dagingnya dalam 2 Korintus 12:8-10. Ketika Paulus meminta Allah memotong percobaan itu dan mengangkatnya, Allah berkata tidak. Paulus bukan hanya mengalami percobaan ini, tetapi Paulus juga tidak melihat adanya kebutuhan atau tujuan dari percobaan ini, setidaknya sampai sesudah ia datang kepada Allah dalam doa. Kita pun tidak selalu melihat kebutuhan atau tujuan dari percobaan kita, atau kita baru melihatnya kemudian.

 

P: Dalam Yakobus 1:1-5:20, apakah beberapa permainan kata dalam kitab Yakobus?

J: Pertama-tama mari kita berbicara sedikit tentang penyusunan.

Kerangka logis: Banyak orang Barat memakai kerangka logis berupa sebuah pendahuluan, kira-kira tiga poin, dan sebuah kesimpulan. Paulus dengan terampil memberi sedikit variasi pada pola itu, tetapi pada dasarnya ia bersifat Barat. Berapa banyak dari anda, ketika pertama kali mempelajari hal ini di kelas Mengarang, mengangkat tangan dan dengan sopan bertanya kepada guru, “Saya tidak mau memakai kerangka penyusunan ini, bolehkah saya memakai salah satu alternatif yang sudah ada?” Saya cukup yakin tidak banyak dari anda yang melakukannya!

Kiasmus: Para penulis Ibrani dalam Perjanjian Lama menyukai kiasmus, di mana kerangkanya simetris, seperti poin-poin: A, B, C, C’, B’, A’, hanya saja panjangnya bisa berapa pun.

Akrostik adalah jenis penyusunan yang lain, yang juga dipakai dalam Perjanjian Lama. Dalam sebuah akrostik, huruf pertama dari setiap ayat mengikuti abjad Ibrani, atau membentuk sebuah kata.

Makna ganda: Yakobus memiliki pendekatan yang lain lagi. Yakobus sering memakai makna ganda dari kata-kata, bukan sebagai permainan kata yang lucu, melainkan sebagai “peralihan” untuk menghubungkan bagian sebelumnya dengan bagian berikutnya. Seorang penulis Perjanjian Lama yang memakai permainan kata lebih sebagai alat bantu ingatan adalah Mikha dalam Mikha 1:10-14. Allah sendiri memakai makna ganda ketika berbicara kepada Yeremia dalam Yeremia 1:11-14.

Hal-hal yang berlawanan: Sekadar melengkapi daftar ini, penyusunan sastra yang lain adalah memakai hal-hal yang berlawanan. Seperti yang mungkin dikatakan Charles Dickens, penyusunan itu baik pada zaman terbaik, dan pada zaman terburuk.

   Berikut adalah makna ganda dan permainan kata dalam kitab Yakobus.

Salam: chairein dalam Yakobus 1:1 dan sukacita charan dalam Yakobus 1:2.

Percobaan dari luar peirasmois dalam Yakobus 1:2 dan pencobaan dari dalam peirazomai dalam Yakobus 1:12.

Tidak kekurangan apa pun dalam Yakobus 1:4 dan kekurangan hikmat dalam Yakobus 1:5.

Meminta dalam Yakobus 1:5 dan Yakobus 1:6.

Pencobaan dalam Yakobus 1:12 dan Yakobus 1:13.

 

P: Dalam Yakobus 1:2, haruskah kita menghitung percobaan, sebagai sukacita, atau menghindari pencobaan seperti dikatakan dalam Matius 6:13?

J: Percobaan bukanlah pencobaan. Sementara kita diajarkan untuk tidak mencari percobaan, ketika itu datang, kita kadang harus melihat keluar dari keadaan yang sulit dan menghitungnya sebagai sukacita. Banyak orang memulai dengan baik, tapi pastikan anda juga mengakhiri dengan baik.

 

P: Karena Yak 1:5 mengatakan jika setiap orang kekurangan hikmat, maka ia harus meminta pada Allah, dan Allah akan memberikannya, apakah ini salah bagi Joseph Smith, Pendiri Mormon, dimana ia pergi ke hutan untuk berdoa pada Allah yang menurut agama benar?

J: Tiga hal yang perlu diperhatikan.

1. Joseph Smith adalah seorang yang sesat, yang dihukum atas pelanggaran hukum dengan melakukan kegiatan-kegiatan gaib untuk mencari harta karun. Anda harus bertanya pada Allah yang sejati.

2. Cerita Mormon yang popular mengenai penglihatan yang pertama dibuat dalam bagian setelah kematian Joseph Smith. Ada tiga konflik dari penglihatan yang pertama.

3. OK saja untuk berdoa pada Allah yang sejati tentang hal-hal seperti gereja mana yang dikunjungi. Namun, kita tidak berdoa tentang hal-hal yang kita tahu bahwa itu tidak sesuai dengan Alkitab dan salah.

   Doa dan perasaan bukanlah ujian untuk kebenaran keagamisan. Kita harus membandingkan apa yang kita dengan Kitab Suci seperti yang dilakukan orang-orang Berea (Kis 17:10-12), dan ujilah segala sesuatu (1 Tesalonika 5:21).

 

P: Dalam Yakobus 1:4, apakah perbedaan antara orang Kristen muda yang taat dan berapi-api bagi Tuhan, dengan orang Kristen yang dewasa?

J: Orang Kristen muda yang taat dapat sangat bersemangat dalam arti yang baik, tetapi ia mungkin masih memerlukan bimbingan yang bijaksana dari orang percaya yang lebih tua. Orang Kristen yang dewasa seharusnya memiliki hikmat itu baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, tetapi ia harus berhati-hati agar kasihnya tidak mulai menjadi dingin, seperti yang ditegur Yesus terhadap jemaat di Efesus dalam kitab Wahyu.

 

P: Dalam Yakobus 1:4, apakah tepatnya ketekunan itu?

J: Pendeta saya mendefinisikan ketekunan sebagai: bertahan dalam perkataan dan usaha walaupun banyak pengaruh, kemunduran, lawan, atau adanya rasa kecil hati.

 

P: Dalam Yakobus 1:5-6, mengapa Yakobus mengatakan supaya kita meminta hikmat? 1 Korintus 12:8 membedakan antara karunia hikmat dan karunia pengetahuan. Apakah perbedaannya?

J: Semua orang Kristen harus memiliki hikmat, dan semua orang Kristen seharusnya memperoleh segala hikmat yang mereka perlukan. Sebagian dari hikmat itu mungkin mereka peroleh melalui perjalanan hidup mereka sendiri bersama Allah, dan pada waktu yang lain hikmat itu mungkin datang melalui nasihat yang bijaksana dari orang lain. Di luar itu, sebagian orang Kristen memiliki karunia roh yang khusus berupa hikmat; kadang-kadang mereka mempelajari sesuatu bahkan ketika hal itu sedang keluar dari mulut mereka. Tentu saja karunia roh bukan untuk ditimbun, melainkan untuk dibagikan kepada orang lain. Karunia roh berupa pengetahuan adalah mengetahui apa yang diajarkan Alkitab, dan kehendak Allah secara umum. Karunia roh berupa hikmat adalah menerapkan pengetahuan tentang Allah pada situasi yang tertentu. Pengetahuan dan hikmat sering berjalan beriringan, tetapi tidak selalu.

 

P: Dalam Yakobus 1:6, apakah arti “ragu-ragu” atau “bimbang” di sini?

J: Ini berarti menginginkan dua hal yang berbeda. Seseorang mungkin menginginkan keuntungan yang tidak halal, namun tetap ingin disebut sebagai orang jujur. Sebagaimana seseorang melakukannya, jika anda berdansa dengan pendosa pada Sabtu malam, maka susah untuk anda untuk bangun dan bernyanyi dengan orang kudus pada Minggu pagi.

   Akhirnya, kebanyak dosa adalah keragu-raguan, karena orang ingin melakukan perbuatan dosa tapi bukan dosa yang berakibat secara duniawi dan abadi.

 

P: Dalam Yakobus 1:9-11, mengapa Yakobus menyebutkan orang kaya dan orang miskin di sini, di antara pembicaraan tentang percobaan dan pencobaan?

J: Kekayaan berkaitan dengan keduanya. Tetapi Yakobus tidak sedang berbicara tentang percobaan berupa kekurangan uang di sini. Sebaliknya ia berbicara tentang percobaan yang dialami orang miskin, ketika mereka menderita karena dimanfaatkan oleh sistem pada umumnya, dan oleh sebagian orang kaya pada khususnya, semata-mata karena mereka miskin. Ada juga pencobaan berupa iri hati yang dapat dialami orang miskin.

   Jadi janganlah menjadi miskin dan mungkin anda tidak akan mengalami masalah-masalah ini – tetapi anda dapat mengalami masalah yang lain. Ada percobaan untuk hidup saleh ketika kekayaan menjadi seperti “magnet” yang menarik anda menjauh dari ketergantungan kepada Allah, dan menghancurkan pelayanan serta kesaksian anda. Sangat mudah untuk “bermegah dalam kekayaan anda” walaupun Yeremia 9:23-24 secara khusus mengatakan kepada kita untuk tidak melakukan hal itu. Ada pencobaan berupa kesombongan, dan memandang rendah orang yang lebih miskin sebagai “tidak begitu berguna” semata-mata karena rekening bank mereka.

 

P: Dalam Yakobus 1:9, bagaimana seharusnya orang miskin bermegah dalam kedudukannya yang tinggi?

J: Ia dapat mengetahui bahwa uang atau harta yang tidak dimilikinya sama sekali tidak berarti bagi kekekalan. Sesungguhnya ia tidak mempunyai alasan untuk iri terhadap orang kaya, karena memiliki hati yang beriman dengan keuangan yang sedikit adalah lebih baik daripada memiliki banyak kekayaan tetapi tanpa iman.

 

P: Apakah Yakobus 1:10 mengarah pada orang kaya yang percaya atau pada orang kaya yang tidak percaya?

J: Ayat itu tidak mengatakannya. Di satu sisi, karena Yakobus 1:9 berbicara tentang saudara-saudara, mungkin tersirat bahwa orang kaya dalam Yakobus 1:10 juga seorang saudara. Namun Yakobus 1:11 tidak berbicara tentang kekayaannya, melainkan tentang orang kaya itu sendiri yang lenyap di tengah-tengah usahanya.

   Yakobus, seperti sebagian orang Tionghoa, adalah ahli dalam keambiguan. Yakobus 1:10 tidak mengatakannya; dan mungkin karena kadang-kadang sulit untuk melihat apakah seorang kaya adalah orang Kristen atau bukan. Mereka mungkin “mengaku memakai nama itu”, tetapi dari hidup mereka anda sungguh tidak memiliki keyakinan, ke arah mana pun, tentang apa yang ada di dalam hati mereka.

   Kadang-kadang kekayaan dapat menyebabkan seorang percaya “lenyap” dalam kesaksian dan pelayanannya. Ada seorang Kristen yang memenangkan banyak uang. Ia segera memberikan sedikitnya 10% dari uang itu kepada gereja. Ia juga mencukupi kebutuhan keluarganya, dana kuliah anak-anaknya, dan sebagainya. Setelah beberapa waktu, ia memakai uangnya untuk mabuk-mabukan dan menyewa pelacur, dan ia dirampok beberapa kali di dalam mobilnya, tempat ia menyimpan banyak uang tunai. Kemudian ia berkata bahwa ia berharap ia tidak pernah memenangkan undian itu sejak semula. Sayangnya ia tidak sanggup menangani pencobaan kekayaan.

 

P: Dalam Yakobus 1:10-11, bagaimana seharusnya orang Kristen yang kaya bermegah dalam kedudukannya yang rendah?

J: Mereka pun dapat menyadari bahwa kekayaan yang telah mereka kumpulkan bagi diri mereka sendiri tidak berguna bagi mereka ketika mereka berada di sorga. Tetapi kekayaan mereka dapat berguna di bumi, ketika mereka membagikannya. Mereka dapat merasa senang merendahkan kedudukan mereka, di mata dunia, ketika mereka membagikan kekayaan mereka. Jadi walaupun kekayaan dapat sangat berguna dalam Kerajaan Allah, kita harus menyadari bahaya bahwa kekayaan itu menjadi “magnet” yang menarik kita menjauh dari Allah.

 

P: Dalam Yakobus 1:12, bagaimana kita diberkati di dalam percobaan? Apakah ini berkaitan dengan kehidupan di bumi ini atau kemudian?

J: Di sorga kita dijanjikan upah dalam 1 Korintus 3:10-14. Di bumi kita diberkati sedikitnya dalam tiga cara. Bertekun di dalam percobaan membangun karakter kita, dan kita dapat mengetahui bahwa kita menyenangkan Allah dengan bertahan di dalam percobaan. Selain itu, kesaksian yang kita berikan kepada orang lain dapat menolong menarik mereka kepada Tuhan untuk diselamatkan. Dalam bahasa masa kini, janganlah menganggap sesuatu sebagai “percobaan”, melainkan Allah sedang memberi anda “perombakan total”!

 

P: Dalam Yakobus 1:12, apakah mahkota di sini?

J: Ada dua kata dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan sebagai mahkota. Yang satu adalah “diadem”, yaitu mahkota seorang raja, dan yang lain adalah karangan daun yang diberikan kepada pemenang dalam sebuah pertandingan olahraga. Yang dimaksud di sini adalah kata yang kedua.

 

P: Dalam Yakobus 1:12 dan Yakobus 1:2, apakah perbedaan antara percobaan dan pencobaan?

J: Kata-kata Yunaninya tidak sama tetapi mirip. Percobaan dari luar dan usaha dari luar untuk mencobai adalah peirasmois, dan hal-hal dari dalam yang sungguh-sungguh mencobai anda adalah peirazomai. Keduanya menguji iman kita, tetapi anda dapat memikirkannya sebagai “percobaan yang kudus”, yang mungkin berasal dari Allah, dan “pencobaan yang tidak kudus” yang tidak berasal dari Allah.

 

P: Dalam Yakobus 1:12, karena percobaan dan pencobaan dapat mendatangkan kebaikan bagi kita, haruskah kita mencari percobaan dan pencobaan?

J: Tidak. Yakobus 1:14 mengatakan bahwa keinginan orang percaya sudah terlalu banyak mencari pencobaan. Keduanya akan datang kepada kita; tetapi kita tidak boleh mencari keduanya. Demikian juga, kita tidak boleh mencarikan percobaan bagi orang percaya yang lain, atau mencobai orang percaya yang lain.

 

P: Dalam Yakobus 1:13, dapatkah Allah dicobai, karena Kel 17:7; Bil 14:22; Ul 6:16; dan Mzm 78:18,41,56; 95:9; 106:14 mengatakan manusisa mencobai Allah?

J: Manusia dalam Keluaran dan saat ini dapat mencobai Allah, jika mereka mau, tapi Allah tidak dapat dicobai. Apa yang anda akan berikan dengan mencobai Yang Maha Kuasa? Bagaimana anda mempermainkan Yang Maha Tahu?

 

P: Dalam Yakobus 1:13, bagaimana bahwa tidak ada orang yang dicobai oleh Allah, karena banyak ayat mengatakan Allah menguji mereka? (Seorang Muslim, bernama Ahmad Deedat mengangkat hal ini.)

J: Yakobus 1:13 tidak mengatakan Allah tidak pernah menguji kita, tapi justru, Allah tidak mencobai kita dengan kejahatan. Allah menguji Abraham dalam Kejadian 22:1, dan Allah mengijinkan Iblis untuk menyebabkan penderitaan pada Ayub, tapi Allah tidak pernah datang pada kita dengan membawa kita pada kejahatan atau cobaan.

   Ujian adalah meminta kita untuk melakukan sesuatu, ujian muncul seperti hal yang jahat. Berlawanan dengan ini, ‘Allah’ muncul sebagai roh jahat, dewa yang musrik bagi pengikutnya yang setia, dalam Bukhari Hadith. Berikut adalah kata-katanya:

“...dan hanya bangsa ini (Islam) yang akan tersisa, termasuk kemunafikan mereka. ‘Allah’ akan datang pada mereka dalam bentuk yang tidak mereka kenal dan berkata, ‘Akulah Tuhan’, Mereka akan berkata, ‘Kita mencari perlindungan dengan ‘Allah’ dari kamu. Ini adalah tempat kita; (kita tidak akan mengikutimu) sampai Tuhan kita datang pada kita, dan ketikan Tuhan kita datang pada kita, kita akan mengenalNya.’ Lalu ‘Allah’ akan datang dalam bentuk yang mereka kenal dan mengatakan, ‘Akulah Tuhanmu’. Mereka akan mengatakan, (tanpa ragu) Kamu adalah Tuhan kami,’ dan mereka akan mengikutNya. Bukhari vol.8 no.577 hal. 375. Bukhari vol.9 no.532 hal. 395-396 mengatakan hal yang sama.

 

P: Dalam Yakobus 1:14, apakah yang dilakukan oleh keinginan kita sendiri?

J: Ini adalah istilah dari dunia berburu dan memancing. Walaupun dapat berarti “diseret keluar”, lebih umum artinya dipikat atau ditarik keluar oleh umpan.

 

P: Dalam Yakobus 1:14-15, bagaimanakah proses pencobaan itu?

J: Pernahkah anda memikirkan bahwa dosa dan pencobaan, seperti kanker, dapat bertumbuh? Ayat-ayat ini menggambarkan “tiga generasi dosa”. Pencobaan dimulai ketika seseorang memiliki keinginan akan sesuatu. Entah hal itu memang buruk, atau mereka tidak percaya Allah akan memberikannya kepada mereka, atau mereka ingin memperolehnya dengan cara yang buruk. Lalu mereka mulai bertindak menurut keinginan itu, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sesudah itu, Iblis menginginkan mereka menanggung akibat dari dosa mereka. Sering kali sebuah dosa tidak hanya memiliki satu penyebab. Sebagaimana api dapat memiliki tiga penyebab: udara, bahan bakar, dan percikan, demikian pula dosa dapat memiliki suasana, keinginan, dan kesempatan. Lihat artikel Overcoming Temptation di http://www.BibleQuery.org/Experience/Temptation/OvercomingTemptation.html untuk informasi lebih lanjut.

 

P: Dalam Yakobus 1:14, apakah kita dicobai oleh keinginan kita sendiri, atau kita dicobai oleh Iblis seperti yang dikatakan dalam 1 Kor 7:5 dan Kis 5:3?

J: Keduanya benar. Seperti halnya api yang disebabkan oleh percikan cahaya dan oleh kayu, Iblis mencoba untuk menyalakan keinginan, kebanggaan, kerakusan, dan ketakutan untuk melakukan dosa yang khusus. Yakobus 4:7 dan 1 Petrus 5:8-9 menekankan bahwa kita diajarkan untuk menolak kuasa jahat. Jika kita berjalan mendekat pada Allah, maka kayu kita akan dirubah menjadi emas, dan kayu yang tersisa akan dibasahi oleh air dari Roh.

 

P: Dalam Yakobus 1:15, apakah tepatnya yang dimaksud dengan kematian di sini?

J: Jawaban yang terbaik, dari A. Barnes, adalah “kematian dalam segala bentuknya”. Ini dapat mengarah pada kematian jasmani, kematian rohani, dan matinya sebuah persahabatan, sebuah hubungan, atau sebuah kesempatan.

 

P: Dalam Yakobus 1:17, mengapa disebutkan baik “pemberian yang baik” maupun “anugerah yang sempurna”?

J: Dalam bahasa Yunani ini adalah kata-kata yang berbeda dan Yakobus mengarah pada keduanya. Kata yang pertama, dosis, adalah sesuatu yang diberikan, dan dorema berarti sebuah pemberian yang nyata. Menurut Filo, kata dorema adalah pemberian yang jauh lebih kuat dan lebih penuh. Anda dapat memikirkan keduanya sebagai pemberian yang baik dari Allah, baik yang besar maupun yang kecil.

 

P: Dalam Yakobus 1:17, apakah yang dilambangkan oleh terang di sini?

J: Walaupun kata “sorgawi” tidak ada dalam bahasa Yunani, konteks di sini adalah benda-benda terang di langit. Secara jasmani, mereka memikirkan matahari, bulan, dan bintang-bintang bersama-sama sebagai benda terang di langit menurut Kejadian 1:14-18; Mazmur 136:7. Mazmur 19:1-6 berbicara tentang cakrawala, dan matahari yang menyatakan kemuliaan Allah. Secara rohani, terang adalah sarana kita melihat kebenaran, yang menarik kita, dan yang harus kita ikuti, seperti ditunjukkan Mazmur 19:7-14. Tetapi tidak seperti Allah, sebuah benda terang di langit dapat tampak “beralih” seperti yang dilakukan bulan setiap bulan, atau pada saat gerhana.

 

P: Dalam Yakobus 1:17, apakah artinya bahwa Bapa “tidak memiliki bayangan karena pertukaran”?

J: Ini agaknya kalimat yang tidak jelas dalam bahasa Yunani. Barangkali, maksudnya adalah seperti terang yang tidak membuat sebuah kerlipan dan merubah bayangan, Allah dan kebaikanNya tidak berubah.

   Ini menarik bahwa Yakobus menggunakan analogi dari cahaya. Menurut ilmu fisika modern, hampir setiap kecepatan tidak sama, kecepatan cahaya itu stabil diluar dari kecepatan pengamat.

 

P: Dalam Yakobus 1:17, bagaimana Allah tidak berubah seperti bayangan yang bergeser?

J: Karakter atau sifat-sifat Allah tidak berubah. Bilangan 23:19 dan 1 Samuel 15:29 mengatakan bahwa Allah tidak mengubah pikiran-Nya, tidak seperti manusia. Namun, kehendak Allah yang dinyatakan bagi kita dapat berubah ketika kita mengubah pikiran kita tentang sesuatu. Sebagai contoh, ketika Allah memberitahu Firaun pada zaman Abraham, Abimelekh, dan kemudian orang-orang Niniwe bahwa mereka akan dihukum dengan berbagai cara karena dosa mereka, dan mereka bertobat, maka hukuman itu tidak lagi menimpa mereka.

 

P: Dalam Yakobus 1:18, bagaimana Allah melahirkan kita melalui firman kebenaran?

J: Dalam satu segi, Allah memberi kita kelahiran baru melalui firman kebenaran dari Injil. Tetapi yang lebih mendasar, Yesus adalah Firman, dan Kebenaran, dan kita memperoleh kelahiran baru karena Yesus datang dan mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita.

 

P: Dalam Yakobus 1:18 dan Wahyu 14:4, bagaimana manusia menjadi buah sulung Allah, karena Kristuslah yang disebut demikian dalam 1 Korintus 15:20?

J: Kristus adalah buah sulung dari semua manusia yang percaya, karena Yesus “membuka tabir” yang menuntun pada keselamatan kita. Yakobus 1:18 mengatakan bahwa kita adalah semacam buah sulung dari segala ciptaan Allah. Yang 144.000 dalam Wahyu 14:4 adalah buah sulung dari mereka yang diselamatkan selama masa kesengsaraan sesudah pengangkatan.

 

P: Dalam Yakobus 1:18, bagaimana kita menjadi anak sulung dari ciptaan Allah?

J: Kitab Suci tidak menjawab ini secara khusus. Namun, Kitab Suci mengatakan pada kita mengenai dua hal.

Manusia pada umumnya: Kita dibuat dengan dahsyat dan ajaib (Mazmur 139:14), Allah memiliki tujuan khusus untuk kita (Mazmur 8:4-8)

Anak-anak Allah: Ini adalah kebenaran yang menakjubkan dimana kita disebut anak-anak Allah (1 Yoh 3:1), dan kita akan memerintah bersama dengan Kristus (Efesus 2:6-7), dan manusia yang dahulu bukan umatNya tapi sekarang menjadi umat Allah (1 Petrus 2:9-10). Ada banyak ayat lain juga, dan menjadi anak sulung adalah salah satu bilangan berkat.

 

P: Dalam Yakobus 1:19, menurut anda kepada siapa kita harus mendengarkan?

J: Yakobus 1:19 berbicara tentang mendengarkan secara umum dan tidak menjawab pertanyaan ini. Tetapi kita harus mendengarkan Allah terlebih dahulu, dan sesudah itu para pemimpin gereja kita. Kita juga harus menaati para pemimpin pemerintahan. Namun, 2 Timotius 3:5 secara khusus mengatakan bahwa kita tidak boleh berurusan dengan orang-orang yang berpaling dan lebih mencintai kesenangan daripada mencintai Allah. Jika seseorang jelas-jelas tidak mengikuti Allah, maka anda tidak perlu mengikuti orang itu sebagai pemimpin gereja.

 

P: Dalam Yakobus 1:19, karena kita seharusnya memberitakan Injil, menurut anda mengapa kita harus lebih cepat mendengar daripada berbicara?

J: Bahkan dalam memberitakan Injil kepada orang lain, baiklah kita terlebih dahulu mendengarkan dari mana mereka berasal. Dalam percakapan anda secara pribadi, tidak apa-apa jika anda lebih banyak mendengar daripada berbicara.

 

P: Dalam Yakobus 1:19; 3:1, apakah perbedaan antara lidah yang lepas, lidah yang diam, dan lidah yang dikekang?

J: Lidah yang lepas mengatakan hal-hal, entah benar atau tidak, yang seharusnya tidak dikatakan. Lidah yang diam tidak mengatakan apa-apa, bahkan termasuk apa yang perlu dikatakan. Bayangkan ada kebakaran di sebuah gereja, atau kebakaran rohani, dan anda tidak mengatakan apa-apa. Lidah yang dikekang sanggup mengatakan jauh lebih banyak daripada yang dikatakannya, tetapi ia membatasi dirinya untuk hanya mengatakan apa yang berguna.

 

P: Dalam Yakobus 1:19, hal-hal apakah yang tidak boleh kita bicarakan?

J: Kita tidak boleh membagikan apa pun yang Allah tidak kehendaki untuk kita bagikan, jadi berdoalah kepada Allah supaya Ia menunjukkan isi hati anda kapan anda harus berdiam diri. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh kita bicarakan.

Membuat orang lain marah, kecuali mereka memang seharusnya marah tentang sesuatu.

Menyombongkan atau membanggakan diri

Keterangan rahasia yang diceritakan orang lain kepada anda, entah mereka seharusnya menceritakannya atau tidak

Mematahkan semangat atau menghalangi orang lain dari kebenaran, seperti yang dilakukan istri Ayub. (Tetapi menghalangi mereka dari dosa tidak apa-apa.)

Mengagungkan dosa. (Waktu itu saya mabuk di bar, rasanya hebat sekali...)

Hal-hal yang palsu atau dusta, termasuk sanjungan

Memuliakan orang lain, menempatkan mereka di atas tumpuan. (Tetapi menghormati mereka adalah baik.)

Hal-hal yang merugikan atau menyakitkan bagi orang itu atau bagi orang lain

Hinaan untuk merendahkan orang itu atau orang lain

Menghakimi orang lain, walaupun tidak apa-apa mengatakan bahwa perbuatan dosa adalah dosa

Dengan sengaja mengatakan hal-hal yang membuat orang lain kehilangan kepercayaan pada perkataan anda

Bertele-tele, banyak kata, dan berkepanjangan, memberi lebih banyak keterangan daripada yang ingin didengar orang itu

Kabar bohong yang jahat untuk merugikan orang lain atau bersenang-senang atas kerugian mereka

Keterangan yang tidak untuk umum tentang orang lain yang tidak mereka kehendaki untuk dibagikan. (Tanpa memandang apakah menurut anda mereka benar atau tidak dalam tidak membagikannya.)

Menjiplak apa yang dikatakan orang lain, tanpa menyebutkan sumbernya. Jangan mencuri perkataan orang lain sebagai perkataan anda sendiri.

Ketepatan yang diragukan (anda tidak benar-benar yakin apakah itu benar atau tidak)

Mengungkit kembali hal-hal buruk yang dilakukan orang itu, sesudah anda membicarakannya dan mengampuni mereka. Hal-hal itu seharusnya dilupakan.

Rahasia yang dapat menyebabkan orang yang tidak bersalah dibunuh, dirugikan, atau dipenjara secara tidak adil

Hal-hal yang menjadi pencobaan bagi orang lain. (Waktu itu saya mabuk di bar yang ini, tempat minumannya setengah harga...)

Keterangan yang tidak boleh dibuka, yang telah anda janjikan kepada majikan anda, bekas majikan, atau pelanggan bahwa anda tidak akan membagikannya.

Memburukkan atau memfitnah orang lain

Hal-hal yang dapat dimanfaatkan orang jahat untuk keuntungan mereka

Humor atau keterangan yang cabul, erotis, tidak senonoh, atau kasar

Hal-hal yang dengannya anda tidak menghormati Allah atau sesama orang Kristen

Orang harus melihat hidup anda dalam tindakan, tetapi anda tidak perlu merasa tertekan untuk selalu harus mengatakan sesuatu.

 

P: Dalam Yakobus 1:19-20, alasan apakah yang diberikan untuk cepat mendengar dan lambat untuk marah?

J: Ayat itu secara khusus mengatakan bahwa amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Ayat itu tidak mengatakan jangan berbicara sama sekali, tetapi jika kita menunda berbicara, dengan mendengarkan terlebih dahulu, kita lebih kecil kemungkinannya mengatakan hal-hal yang penuh amarah yang tidak berguna, dan yang kemudian akan kita sesali (atau setidaknya seharusnya kita sesali).

   Semata-mata karena Allah memerintahkannya sudah merupakan alasan yang cukup bagi kita. Namun, kadang-kadang apa yang Allah perintahkan juga baik bagi kita secara jasmani. Majalah Health & Healing dari Dr. Julian Whitaker vol.10 no.8 Agustus 2000 hal.5 melaporkan bahwa orang yang cepat marah 2,7 kali lebih mungkin terkena serangan jantung daripada orang yang paling tidak mudah marah.

 

P: Dalam Yakobus 1:20, karena kemarahan manusia tidak mengerjakan kebenaran dihadapan Allah, apakah boleh untuk marah?

J: BOLEH SAJA untuk menjadi marah dengan kemarahan yang Allah bagi, tapi TIDAK BOLEH untuk memendam amarah seperti yang ditunjukkan dalam Efesus 4:26. Lihat dua pertanyaan yang membahas Efesus 4:26.

   Sebagai tambahan, Amsal 29:11 juga menyebutkan bahwa kita diajarkan untuk berbicara yang tidak cepat.

 

P: Dalam Yakobus 1:21, apakah artinya membuang kecemaran moral di sini?

J: Ayat 21 dapat dianggap sebagai kesimpulan dari bagian sebelumnya, pendahuluan bagi bagian berikutnya, atau, yang lebih mungkin, keduanya.

   Kata Yunani untuk kecemaran di sini, ribarion, berarti kecemaran, tetapi sebuah kata yang sangat mirip, ribara, berarti “lusuh”. Buanglah apa pun yang mengurangi hidup Kristen anda, karena hal itu “lusuh” jika bukan “cemar”.

   Kata Yunani untuk membuang atau menanggalkan, apothememoi, sering mengarah pada menanggalkan pakaian yang kotor. Ketika seseorang memakai pakaian yang bersih, dan lambat laun pakaian itu menjadi semakin kotor, mudah sekali untuk tidak menyadarinya dan terus memakainya seolah-olah segala sesuatu masih normal. Berhati-hatilah dengan apa yang anda anggap “normal”.

   Ini juga dapat dianggap sebagai tambahan yang menarik bagi perumpamaan tentang penabur. Kita mungkin adalah tanah yang baik yang telah menerima firman, tetapi kita masih dapat memiliki beberapa rumput liar moral di sekitar kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk mengurus rumput liar itu dan tidak membiarkannya bertumbuh.

 

P: Dalam Yakobus 1:21, kata “sebab itu” dapat berarti “untuk mencapai hal yang sebelumnya”, “lakukanlah hal yang sebelumnya untuk mencapai hal yang berikut”, atau “hal yang sebelumnya adalah contoh untuk apa yang harus dilakukan sekarang”. Menurut anda arti yang manakah yang dimaksudkan di sini?

J: Melihat pertanyaan ini secara logis, jika kita menyebut Yakobus 1:19 sebagai “A”, dan Yakobus 1:21 sebagai “B”, apakah ini mengatakan kepada kita untuk melakukan “A” supaya mencapai “B”, atau melakukan “B” supaya mencapai “A”, atau “A” adalah contoh dari melakukan “B”?

   Yang dimaksud adalah yang kedua. Keselamatan tidak dibicarakan sampai Yakobus 1:21, dan itu adalah melalui Firman yang tertanam (Yesus). Yakobus 1:19 adalah perintah yang diminta untuk kita lakukan, dan 1:21 diperlukan supaya kita dapat melakukan hal yang sebelumnya dalam Yakobus 1:19.

 

P: Dalam Yakobus 1:20, mengapa kita harus lambat dalam marah?

J: Ini memang karena Allah memerintahkan itulah alasan yang kita butuhkan. Namun, terkadang apa yang Allah perintahkan juga baik bagi tubuh kita. Dr. Julian Whitaker, dalam bukunya Health & Healing majalah vol.10 no.8 Agustus tahun 2000 hal. 5 melaporkan bahwa orang yang mudah marah bisa 2,7 kali berkemungkinan besar untuk terkena serangan jantung daripada orang yang tidak cepat marah.

 

P: Dalam Yakobus 1:19,21 dan juga Yakobus 1:26, mengapa Yakobus begitu mudah menghubungkan lidah dengan kecemaran moral?

J: Walaupun lidah dapat mengatakan hal-hal yang cemar, lebih daripada itu lidah dapat menjadi pintu gerbang untuk menyampaikan tempat-tempat untuk melakukan segala macam kejahatan.

 

P: Dalam Yakobus 1:21, apakah itu firman yang tertanam yang menyelamatkan jiwa kita, atau apakah Kristus, atau apakah kemurahan Allah?

J: Semuanya. Kasih kemurahan Allah adalah alasan yang paling dahsyat dimana kita diselamatkan, bukan karena kebaikan kita sendiri. Ini berarti kemurahan ini dicurahkan pada kita melalui Yesus, menurut Titus 3:6-7 dan Ibrani 1:9. Roh Allah harus berdiam dalam kita, karena kita adalah milik Kristus, seperti yang dikatakan Roma 8:9-11. Akhirnya, kita diselamatkan oleh kemurahan melalui iman (Efesus 2:8), dan pesan Injil tidak ada gunanya bagi kita jika tidak dikombinasikan dengan iman, seperti yang diajarkan Ibrani 4:2.

 

P: Dalam Yakobus 1:22, apakah yang dimaksud dengan menipu diri sendiri?

J: Ini berarti bahwa ada alasan yang meyakinkan diri anda sendiri tentang apa yang salah. Ada tiga contoh dalam Alkitab dimana menyebutkan bahwa manusia menipu diri mereka sendiri.

Yakobus 1:22 Mereka yang mendengar firman tapi tidak melakukannya. Kebenaran ini juga digemakan dalam Matius 7:21-23.

1 Korintus 3:18 Mereka yang berpikir mereka orang bijak, berdasarkan standar dunia ini. Kolose 2:8 juga membahasa tentang mempercayai ajaran dunia, dan Amsal 3:7; 26:12; 28:11 juga menggemakan kebenaran ini.

1 Yoh 1:8 jika kita menyatakan kita tidak berdosa, ini menunjukkan bahwa kebenaran tidak ada dalam kita. Mazmur 130:3 dan Pengkhotbah 7:20 juga membahas ini.

 

P: Dalam Yakobus 1:22, mengapa mendengarkan firman yang benar dan tidak melakukan apa yang dikatakannya disebut menipu diri sendiri? Bukankah firman itu benar?

J: Ketika sebuah gedung sedang terbakar, memberitahu seseorang bahwa ia harus keluar dari gedung itu tidak ada gunanya jika orang itu tidak pernah keluar. Demikian juga, mendengar firman yang benar tidak ada gunanya jika orang itu tidak mau percaya dan bertindak menurut firman itu. Yakobus sedang berbicara tentang orang-orang yang tidak memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Ini dapat mencakup baik orang yang tidak percaya, yang tidak memiliki hubungan dengan Allah, maupun orang percaya yang munafik, yang perlu kembali kepada kasih mereka yang semula dan melanjutkan perjalanan hidup mereka.

   Yakobus melanjutkan pembicaraan tentang menjadi pelaku dan bukan hanya pendengar dalam tiga cara yang khusus: perilaku pribadi, memperhatikan orang lain dalam masyarakat, dan nilai-nilai batin.

 

P: Dalam Yakobus 1:23-25, mengapa mendengar tetapi tidak melakukan itu seperti mengamati wajahnya dalam cermin, lalu pergi dan melupakan rupanya?

J: Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari kita berbicara tentang gagasan tentang cermin. Walaupun pada waktu itu mereka tidak memiliki cermin kaca, mereka memiliki cermin kuningan yang mengkilap yang dapat menunjukkan garis bentuk, walaupun warnanya mungkin tidak sama. Sebuah cermin memberi anda gambaran yang tepat tentang rupa anda. Cermin tidak menyanjung, dan tidak menghina; cermin hanya menunjukkan kepada anda siapa anda. Begitu anda pergi dari cermin itu, yang anda miliki hanyalah ingatan; anda tidak melihat diri anda lagi.

   Firman Allah sangat baik untuk memberi kita keterangan dan kebenaran yang baru, tetapi firman itu selalu memiliki tujuan yang kedua (jika kita membiarkannya). Firman itu adalah cermin bagi karakter kita. Kita dapat memandang ke dalam Firman Allah, dan firman itu menunjukkan kepada kita di mana kita gagal karena kurang, dan di mana kita dapat bertumbuh dengan berubah. Dalam 2 Korintus 13:5 Paulus memerintahkan orang percaya untuk menguji diri mereka sendiri. Cara kita melakukannya bukanlah dengan ukuran yang sembarangan dan kita buat-buat sendiri, melainkan dengan kebenaran Allah dalam Firman-Nya. Tetapi jika anda memandang ke dalam cermin Allah, dan tidak mau melakukan apa yang dikatakannya, ketika anda pergi, anda hanya memiliki ingatan, dan tidak ada perubahan yang terjadi.

   Ajaran bahwa kita harus menjadi pelaku dan bukan hanya pendengar juga terdapat dalam Matius 7:21-27; Lukas 11:28; Yohanes 13:17; dan Roma 2:13.

 

P: Dalam Yakobus 1:25, apakah hukum yang sempurna yang memerdekakan orang itu?

J: Ketaatan kepada Allah memberi kemerdekaan, dan inilah yang seharusnya kita ikuti pada masa kini. Ini adalah kemerdekaan dari kecanduan, obsesi, dan ketakutan. Ini bukanlah Hukum Musa dalam Perjanjian Lama, karena Perjanjian Lama sudah usang menurut Ibrani 8:13. Tetapi hukum ini adalah melakukan apa yang berkenan kepada Allah. Hukum itu dapat diringkas sebagai “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu, kekuatanmu, dan akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

 

P: Dalam Yakobus 1:25, setiap orang pada umumnya tahu apa itu hukum: pembatasan berupa lakukanlah ini atau jangan lakukan itu. Jadi bagaimana anda akan menjelaskan kepada orang lain bahwa ini adalah hukum yang memberi kemerdekaan?

J: Hal ini memang tampak seperti sebuah paradoks, tetapi mari kita lihat sebuah gambaran. Peraturan lalu lintas, seperti bahwa anda tidak boleh mengemudi berlawanan arah dalam satu jalur, memungkinkan kita mengemudi dengan cepat dari satu tempat ke tempat yang lain. Memang benar, hukum adalah pembatasan, tetapi susunan pembatasan pada beberapa bidang memberi kita lebih banyak kemerdekaan untuk bergerak dengan yakin, cepat, dan lebih aman pada bidang-bidang yang lain. Pecandu alkohol atau pecandu narkoba, yang mengabaikan hukum Allah untuk tidak mabuk atau terbius, dan yang terus-menerus mencari “dosis” berikutnya, adalah kurang merdeka, bukan lebih merdeka, daripada orang yang mengikuti hukum Allah dalam bidang ini.

 

P: Dalam Yakobus 1:25, bagaimana kita diberkati dalam perbuatan baik kita?

J: Kita bukan hanya diberkati dengan upah di sorga, tetapi kita diberkati sekarang dengan sukacita ketika kita menyenangkan Allah. Ini tidak mengarah pada berkat jasmani, yang mungkin kita terima atau mungkin tidak.

   Memang benar bahwa kadang-kadang kita memperoleh perasaan yang baik, upah keuangan, dan kesempatan yang lebih besar dalam hidup ini ketika kita menolong orang lain. Orang ingin bekerja dan bergaul dengan mereka yang memperhatikan mereka dan yang akan menolong mereka.

   Namun, kadang-kadang ketika kita menolong dan memberkati orang lain kita tidak memperoleh satu pun dari hal-hal di atas, atau kita bahkan mungkin memperoleh yang sebaliknya. Tetapi bagaimanapun juga, Allah mengupahi kita di sorga untuk perbuatan baik yang kita lakukan di bumi, dengan motif yang benar, menurut 1 Korintus 3:14.

 

P: Dalam Yakobus 1:26, apakah dua langkah untuk mengekang lidah?

J: Yakobus menekankan pentingnya mengekang lidah kita. Langkah yang pertama adalah sebuah komitmen yang strategis: kita tahu bahwa di masa depan akan ada hal-hal lucu yang dapat kita katakan, atau hal-hal lain yang sungguh-sungguh sangat ingin kita katakan, yang tidak bersih secara moral, atau yang kejam atau penuh kebencian. Akan ada hal-hal yang menurut kita sungguh perlu dikatakan jika hal itu benar, tetapi kita tidak yakin bahwa hal itu benar. Tetapi kita akan membuat komitmen untuk berdiam diri, daripada membiarkan hal-hal yang tidak sehat itu keluar dari mulut kita. Ini mungkin berarti kita menjadi kurang lucu, kurang meyakinkan, atau terdengar kurang mendalam, tetapi kita telah memilih untuk menjadi kurang dalam semua hal itu, demi menghormati Allah dengan lidah kita.

   Langkah yang kedua adalah hal taktis yang harus diperhatikan setiap menit. Selalu tutuplah mulut anda, kecuali sesuatu yang baik atau membangun akan keluar. Jika sesuatu yang hanya setengah baik hendak keluar, jangan biarkan hal itu keluar juga. Amsal 17:28 mengatakan, “Jikalau seorang bodoh sekalipun, selama ia diam, maka dibilang orang akan dia seorang yang berbudi, dan selama terkatuplah mulutnya dibilangnya akan dia seorang yang berakal adanya.” Atau seperti yang pernah dikelakarkan sebagian orang: “Lebih baik berdiam diri dan dianggap bodoh, daripada membuka mulut dan menghilangkan segala keraguan.”

 

P: Dalam Yakobus 1:27, sebagian orang Kristen mengatakan bahwa mereka tidak mau beragama, mereka hanya mau mengasihi Tuhan. Berdasarkan Yakobus 1:27, apakah yang salah dengan pernyataan ini?

J: Mungkin mereka memiliki pengalaman yang buruk dengan sesuatu yang barangkali disebut kekristenan, dan karena itu mereka berpikir bahwa agama dan kekristenan yang terorganisasi harus dihindari. Agama dapat menjadi racun atau buruk, dan ada agama yang memang harus dihindari. Tetapi Yakobus mengatakan bahwa ada yang baik. Lagi pula, jika anda merendahkan orang Kristen pada umumnya, anda sedang merendahkan mempelai Kristus.

 

P: Yakobus 1:27 mengatakan bahwa kita harus menjaga diri kita supaya tidak dicemarkan oleh dunia. Tetapi dunia dan pengaruhnya begitu mencemarkan! Televisi, film, internet, teman, orang yang disebut teman, bagaimana kita dapat melakukan hal ini?

J: Seperti yang dikatakan seorang penginjil televisi, Langkah 1 untuk melayani Allah adalah mengangkat jari anda. Langkah 2 adalah memutarnya untuk mematikan televisi. Ketika kita dengan sukarela berhenti menonton begitu banyak televisi, film, dan internet, akan terasa menakjubkan betapa banyak waktu luang yang kita miliki sekarang. Bukan berarti televisi, film, dan internet itu salah pada dirinya sendiri, tetapi hal-hal itu dapat menjadi salah bagi anda jika anda menghabiskan waktu yang berlebihan untuk hal-hal itu.

  Tetapi sebagian acara televisi dan film dan internet memang salah, bukan hanya membuang waktu. Anda dapat bersikap sengaja tentang apa yang anda pilih untuk tidak dilihat dan tidak didengar. Anda juga dapat bersikap sengaja tentang hal-hal cemar yang memang anda dengar yang tidak akan pernah anda ulangi.

 

P: Dalam Yakobus 2:1-5:6, apakah yang menarik tentang susunannya di sini?

J: Kembali kepada Yakobus 1:18, Yakobus menyoroti tiga ciri Allah: a) pemeliharaan-Nya atas mereka yang tidak berdaya, b) firman kebenaran-Nya, dan c) maksud-Nya tentang kekudusan. Kemudian Yakobus 1:26-27 berbicara tentang tiga tanda seorang anak Allah (dengan menukar butir a dan b): b) lidah yang dikekang, a) pelayanan yang penuh perhatian, dan c) hidup yang kudus. Apa yang disebutkan Yakobus secara singkat tentang Allah, dan kemudian tentang kita, diuraikan Yakobus dalam a) pelayanan yang penuh perhatian (Yakobus 2:1-16), b) lidah yang dikekang (Yakobus 3:1-12), dan c) hidup yang kudus (Yakobus 3:13-5:6).

 

P: Dalam Yakobus 2:1, mengapa kita tidak boleh menunjukkan keberpihakan, karena Allah menunjukkan keberpihakkan dengan orang yang tidak percaya?

J: Keadilan terhadap kekayaan tidaklah sama seperti kebutaan terhadap segala sesuatu. Yakobus 2:1 menggunakan contoh kekayaan, dan Galatia 3:28 menunjukkan kita tidak diajari untuk menunjukkan keberpihakan berdasarkan ras atau gender. Namun, kita diajarkan untuk mengeluarkan orang dari gereja karena melakukan perbuatan dosa yangmana tidak mau bertobat yaitu melakukan hubungan setubuh dengan orang sedarah (incest) (1 Korintus 5:2).

 

P: Dalam Yakobus 2:1-3, bagaimanakah gambaran Yakobus tentang diskriminasi atau sikap pilih kasih cocok dengan banyak keadaan pada masa kini?

J: Sikap pilih kasih dapat terlihat jelas jika menyangkut sebuah jabatan umum. Sikap itu dapat bersifat halus ketika pemilihan didasarkan pada sikap pilih kasih. Apakah orang memperoleh sesuatu di sebuah gereja jika mereka menyumbang uang dalam jumlah besar? Apakah orang melayani secara khusus mereka yang dapat memberi lebih banyak? Di gereja yang baik hal-hal ini tidak terjadi.

Diskriminasi juga dapat terjadi berdasarkan ras, latar belakang suku, atau bahasa.

   Diskriminasi tidak selalu bersifat jahat. Diskriminasi dapat terjadi sama sekali tanpa disengaja, seperti ditunjukkan Kisah Para Rasul 6:1 dalam pembagian makanan kepada janda-janda yang berbahasa Yunani. Diskriminasi dapat berupa sikap sombong, atau “pembedaan kasta” yang tersirat, yang tidak jahat tetapi tetap buruk. Diskriminasi juga dapat didasarkan pada hal-hal keliru yang diajarkan kepada kita. Kita mungkin dengan pemikiran yang keliru membenarkan keinginan untuk “melindungi” golongan orang tertentu dari kemungkinan masuk ke dalam keadaan tertentu, padahal sesungguhnya kita sedang mendiskriminasi mereka. Diskriminasi dapat memiliki tujuan (entah tujuan yang jahat atau tujuan yang baik tetapi dengan niat yang buruk), atau diskriminasi dapat sama sekali tidak masuk akal, seperti di wilayah selatan Amerika Serikat yang memiliki kamar mandi terpisah menurut ras, seperti digambarkan dengan baik dalam film Hidden Figures. Jika gereja anda sebagian besar terdiri dari satu ras atau satu suku, dan seseorang yang berbeda datang masuk, apakah anda memastikan bahwa mereka merasa diterima di rumah Allah? Bagaimana jika mereka datang ke rumah anda?

   Jika anda mendapati ada diskriminasi di dalam hati anda, atau anda ingin memastikan bahwa anda tidak memiliki diskriminasi yang tersembunyi, satu langkah untuk mengatasinya adalah memiliki teman-teman dari latar belakang itu. Jika anda mendapati diri anda merasa tidak nyaman, atau takut terhadap “orang-orang semacam itu”, anda harus memutuskan apakah anda lebih menghargai kenyamanan anda, atau rasa aman yang anda rasakan, daripada menaati Allah. Jika anda lebih sulit memahami seseorang karena logatnya, haruskah anda begitu saja menyerah untuk bersahabat dengan dia, atau berusaha, mungkin dengan teman bersama atau perangkat lunak penerjemah, untuk berkomunikasi? Ketika anda cukup lama mendengarkan seseorang yang logatnya sulit anda pahami, lambat laun anda memperoleh kemampuan untuk memahami bukan hanya orang itu, tetapi logat itu pada umumnya.

   Tetapi apa pun jenis diskriminasi atau prasangka itu, Allah tidak menghendaki kita mendiskriminasi sama sekali. Di dalam Kristus tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, hamba atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan, menurut Galatia 3:28. Tetapi karena orang dapat mendiskriminasi tanpa menyadarinya, kita semua perlu secara aktif menguji diri kita sendiri dan memastikan bahwa tidak ada keadaan di mana kita mungkin tanpa sengaja bersalah dalam hal itu.

 

P: Dalam Yakobus 2:1-3, bagaimana jika seseorang datang ke gereja, dan anda tahu bahwa ia berada di negara itu secara tidak sah?

J: Pertama-tama, pertimbangkanlah mengapa ia berada di negara itu secara tidak sah. Bagi sebagian orang itu adalah pilihan mereka sendiri untuk menyeberangi perbatasan. Tetapi saya mengenal seorang dewasa, yang dibawa ke Amerika dari Meksiko ketika ia berumur beberapa bulan. Bagi pemerintah ia adalah “orang asing yang diketahui”, dan ia telah tinggal di Amerika seumur hidupnya kecuali perjalanan singkat ke Meksiko. Meksiko tidak mau menerimanya, karena mereka juga tidak menganggapnya warga negara Meksiko. Beberapa waktu yang lalu, “amnesti” diberikan bagi para “dreamer”, tetapi kedatangannya ke Amerika melewati batas waktu amnesti itu. Jadi ia dapat bekerja di sini, tetapi ia tidak dapat bekerja pada pekerjaan yang memerlukan kartu jaminan sosial.

   Saya membaca tentang orang lain, yang setiap minggu masuk ke Amerika secara tidak sah melalui pos perbatasan. Para penjaga perbatasan Amerika mengenal dia dan mereka membiarkannya lewat. Ia bekerja di Amerika Serikat tepat di seberang perbatasan. Pada akhir setiap minggu ia melewati pos perbatasan dan kembali ke Meksiko. Banyak negara memiliki orang dalam keadaan seperti ini; mereka disebut pekerja tamu. Ini bukanlah gagasan yang asing, tetapi undang-undang kita perlu diperbaiki supaya dapat menangani keadaan itu secara sah. Sebagian orang tampak begitu khawatir tentang semua orang asing yang tidak sah, sehingga kita hampir tidak memperhatikan orang Tionghoa dan orang Rusia yang masuk secara tidak sah dari Meksiko, dan berusaha memata-matai pangkalan militer kita, dengan mengaku bahwa mereka tersesat dan hanya sedang mencari hotel! Pemerintah pada dasarnya memperingatkan mereka, mendenda mereka, dan meminta mereka untuk tidak kembali lagi. Kita memiliki jauh lebih banyak hal yang perlu dikhawatirkan, dengan semua orang asing tidak sah yang lain yang hanya berusaha bekerja.

   Tetapi tanpa memandang apakah seseorang berada di sini secara tidak sah, atau bagaimana ia datang ke sini secara tidak sah, kita harus menghargai mereka sama seperti orang lain, yang semuanya diciptakan menurut gambar Allah. Kita tetap dapat mengasihi mereka sebagaimana kita harus mengasihi setiap orang, walaupun kita dapat berharap tidak ada begitu banyak orang di sini yang mengambil pekerjaan orang Amerika.

 

P: Jadi dalam Yakobus 2:1-3, apakah kita pernah boleh mendiskriminasi di gereja?

J: Dalam dua hal, yang mengejutkan, ya! Pertama, jika seseorang menyebut dirinya orang Kristen dan terus-menerus hidup dalam dosa yang terang-terangan, dalam 1 Korintus 5:1-13.

   Kedua, jika seseorang datang dan mengajarkan bidat yang membinasakan jiwa, kita diperintahkan untuk bahkan tidak menerimanya di rumah anda, dalam 2 Yohanes 9-11! Karena gereja mula-mula biasanya adalah gereja rumah, ia tidak akan pernah dapat masuk ke dalamnya.

   Tetapi dalam hal-hal yang lain, tidak.

 

P: Dalam Yakobus 2:1-3, mengapa Yakobus memakai kata “sinagoge” di sini?

J: Yakobus ditulis sangat awal, dan seperti ditunjukkan oleh perjalanan Paulus, orang Kristen pada waktu itu masih diterima di sinagoge Yahudi. Pemisahan yang tegas antara sinagoge dan gereja baru terjadi sesudah Paulus. Kata untuk pertemuan di sini, sinagoge, biasanya mengarah pada perkumpulan orang Yahudi. Tetapi bahkan sesudah masa ini orang Kristen kadang-kadang memakai kata “sinagoge” untuk mengarah pada sebuah perkumpulan Kristen. Epistle to Polycarp 4.2 hal.94 dari Ignatius menyebutkan “bersinagoge” bersama-sama. Ignatius menyebut para penatua “Sanhedrin Allah” dan berbicara tentang “sinagoge para rasul” dalam Epistle to the Trallians bag.3 hal.67; lihat juga Shepherd of Hermas Perintah Kesebelas hal.28. Orang Yahudi memiliki dua nama untuk sinagoge: “rumah perkumpulan” dan dalam bahasa Aram “rumah umat” menurut Shabbath 32a.

 

P: Dalam Yakobus 2:4-9, apakah alasan-alasan yang diberikan Yakobus bahwa kita tidak boleh menunjukkan sikap pilih kasih?

J: Pertama, Yakobus mengawalinya di sini dengan sebuah permainan kata. Hakim adalah kritai dalam bahasa Yunani, dan membeda-bedakan adalah diekrithete dalam bahasa Yunani. Sering kali, ketika anda mengambil peran sebagai hakim anda menjadi orang yang membeda-bedakan. Secara khusus berikut adalah beberapa alasan yang diberikan untuk tidak menjadi orang yang membeda-bedakan.

1) Menunjukkan sikap pilih kasih menjadikan anda hakim dengan pikiran yang jahat (Yakobus 2:4).

2) Hal itu dapat bertentangan dengan sikap Allah. Allah sering memilih orang miskin untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan (Yakobus 2:5).

3) Orang miskin yang anda hinakan mungkin kaya dalam iman dan secara khusus dihormati oleh Allah (Yakobus 2:5-6a).

4) Hal itu menghina orang miskin (Yakobus 2:6a).

5) Orang kaya sering menindas orang miskin, menyeret mereka ke pengadilan, dan menghujat Allah (Yakobus 2:6b). Sesungguhnya, banyak serangan terhadap kekristenan pada masa kini datang dari orang-orang yang berpendidikan tinggi dan mapan secara keuangan.

6) Orang kaya dengan perkataan dan perbuatan mereka menghujat nama Kristen yang dengannya kita dipanggil; dengan kata lain, dengan hidup mereka, mereka mempermalukan kata “Kristen” (Yakobus 2:7).

7) Kita melakukan dosa dengan gagal menjalankan “hukum utama” untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, dalam Yakobus 2:8-9.

 

P: Dalam Yakobus 2:4-9, apakah sedikitnya dua belas cara yang dapat kita pakai untuk memastikan bahwa kita tidak menunjukkan sikap pilih kasih?

J: Kita dapat menguji diri kita sendiri. Berikut adalah dua belas hal; mungkin masih ada yang lain juga.

1) Hormatilah setiap orang sebagai lebih penting daripada diri anda sendiri, seperti dikatakan Filipi 2:3.

2) Perlakukanlah orang miskin sama seperti anda memperlakukan orang kaya, dan orang kaya sama seperti anda memperlakukan orang miskin.

3) Kita harus berkeinginan untuk tidak memanfaatkan orang lain, bahkan ketika hal itu mudah atau diterima secara budaya.

4) Jangan memperlakukan seseorang secara berbeda karena mereka berasal dari latar belakang suku yang berbeda, budaya yang berbeda, laki-laki atau perempuan, atau hal-hal yang dangkal.

5) Apakah kita memperlakukan seseorang secara berbeda, memanfaatkan mereka, atau tidak memberi mereka kesepakatan yang sama baiknya, jika mereka memiliki logat yang kental atau kesulitan berbicara dalam bahasa kita?

6) Apakah kita lebih ramah dan lebih mudah mengampuni terhadap seseorang dari latar belakang suku kita sendiri daripada terhadap orang lain?

7) Sadarilah bahwa anda tidak dapat mengetahui apa pun tentang hati seseorang dari penampilan luarnya.

8)  Apakah kita menghindari orang dengan cacat jasmani atau mental karena kita mungkin merasa tidak nyaman?

9) Kita harus menghormati orang yang lebih tua, tetapi janganlah memandang rendah siapa pun karena umurnya (tua atau muda).

10) Sebagai contoh, apakah kita lebih suka berada bersama orang yang lebih tua daripada bersama orang muda (atau sebaliknya)?

11) Apakah kita sama terbukanya terhadap orang yang berbeda dari kita seperti terhadap orang yang serupa dengan kita?

12) Janganlah bersikap merendahkan terhadap kelompok-kelompok tertentu.

   Dalam semua bidang ini, kita tidak boleh tidak konsisten.

 

P: Dalam Yakobus 2:5-7, mengapa Yakobus membuat stereotip mengenai orang miskin dan orang kaya?

J: Yakobus tidak sedang melawan orang kaya, karena ia menyebutkan Abraham dengan rasa kekaguman (Yakobus 2:20-23), dan Abraham sangatlah kaya, baik dari standar zaman dulu ataupun sekarang ini.

   Poin dari ini adalah bahwa pada zaman itu, sangatlah sulit untuk menjadi kaya dan jujur. Banyak orang harus memberikan suap dan menerima suap, dan memeras orang lain untuk mendapatkan kekayaan mereka dan menjaganya. Sayangnya, ini juga situasi yang terjadi pada negara berkembang pada masa kini.

 

P: Dalam Yakobus 2:6, bagaimana orang kaya mendapat perlakuan yang lebih baik di pengadilan?

J: Istilah yang dipakai Yakobus di sini, katadynasteuo, berarti merampas hak mereka. Berikut adalah satu contoh dari India. “Ini adalah A*** dan A****, dua tenaga profesional Teknologi Informasi yang sedang pulang ke rumah di Pune pada tanggal 19 Mei ketika sebuah Porsche yang tidak terdaftar, yang melaju 150 km/jam di Kalyani Nagar, menabrak mereka. Salah seorang dari mereka meninggal di tempat, dan yang lain meninggal selama perawatan medis. Pengemudi mobil itu adalah seorang anak di bawah umur berusia 17 tahun, yang diduga pulang dari sebuah kelab sesudah berpesta dengan teman-temannya untuk merayakan hasil ujian kelas dua belas mereka. Mengapa ini bukan sekadar kecelakaan melainkan pembunuhan: 1. Mobil itu tidak terdaftar; ruang pamer menyerahkan mobil itu tanpa pendaftaran. 2. Orang tuanya mengizinkan seorang anak di bawah umur mengemudi tanpa SIM. 3. Pemilik kelab menyajikan alkohol dan menerima seorang anak di bawah umur. 4. Polisi lalu lintas gagal memperhatikan sebuah mobil yang tidak terdaftar dan melaju melebihi batas kecepatan di jalan selama berbulan-bulan. Ketika anak di bawah umur itu ditangkap pada tengah malam, ia menerima perlakuan VIP. Seorang anggota dewan setempat datang menolongnya, dengan satu tim pengacara. Sementara orang biasa menghadapi penundaan dalam perkara mereka, anak di bawah umur ini diberi jaminan pada hari Minggu hanya dalam 14 jam. Syarat jaminannya adalah bahwa ia harus menulis sebuah karangan, dan orang tuanya harus memastikan bahwa ia tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika hukumnya sama, mengapa orang yang memiliki hak istimewa diperlakukan secara berbeda?” Orang lain dari Bulgaria mengatakan bahwa di sana juga sama. (Dari LinkedIn 27 Mei 2024)

 

P: Dalam Yakobus 2:10, bagaimana mengabaikan satu bagian dari hukum berarti kita bersalah atas keseluruhan bagian?

J: 1 Yoh 3:4 menjawab ini. Setiap orang yang mengabaikan hukum Allah adalah pelanggar hukum Allah. Jika anda mengabaikan satu bagian hukum Allah, anda bukanlah orang yang telah memelihara hukum Allah.

 

P: Dalam Yakobus 2:10-11, kecenderungan alamiah apakah yang kita miliki yang sedang dilawan Yakobus?

J: Kita cenderung ingin menekankan sebagai penting apa yang kita lakukan dengan baik, dan meremehkan sebagai tidak penting apa yang tidak kita lakukan dengan baik. Manusia yang jatuh terlalu pandai dalam membuat pembenaran, atau dengan kreatif menemukan alasan-alasan yang terdengar masuk akal untuk memaafkan dosa kita. Mudah sekali melihat hal itu pada orang lain, tetapi mudah sekali mengabaikannya pada diri sendiri.

 

P: Dalam Yakobus 2:10-11, mengapa Yakobus berpikir untuk menempatkan bagian ini di sini, tepat sesudah berbicara tentang sikap pilih kasih dan diskriminasi?

J: Bayangkan anda sedang diadili di pengadilan karena mencuri, dan anda berkata kepada hakim, “setidaknya saya tidak melanggar peraturan lalu lintas!” Seberapa jauh hal itu akan menolong anda? Yakobus, dengan cara yang agak keras, sedang menyampaikan satu hal yang khusus, tetapi dengan cara yang tidak langsung. Sekalipun anda menuruti sebagian hukum, anda melanggarnya jika anda melanggar sebagian darinya. Ia berbicara tentang pembunuhan dan perzinahan, yang jelas bagi para pembacanya, tetapi ia melakukan hal ini tepat sesudah berbicara tentang melanggar hukum yang lain: tidak boleh pilih kasih. Yakobus memberitahu para pembacanya bahwa jika anda menuruti perintah Allah tentang pembunuhan, perzinahan, dan segala sesuatu yang lain, namun anda menunjukkan diskriminasi, ada sebutan untuk orang seperti anda: anda adalah pelanggar hukum.

 

P: Dalam Yakobus 2:12, apakah tepatnya “hukum yang memerdekan”?

J: Yakobus 2:12 tidak sedang menggambarkan seluruh hukum itu membawa kemerdekaan. Namun lebih kepada, hukum kemerdekaan untuk bebas, sementara hukum yang lama adalah perhambaan.

 

P: Dalam Yakobus 2:12, apakah hukum membawa kemerdekaan, atau perhambaan seperti yang dikatakan Gal 4:24?

J: 2 Korintus 3:6-18 dan Roma 7:6 menjawab ini. Huruf hukum Taurat membunuh, tapir oh membawa kehidupan. Menuruti seluruh aturan bukanlah perhambaan, tapi justru gagalnya orang untuk menuruti peraturan menjelaskan perhambaan dosa yang sedang mereka alami. Namun, hukum kasih, dimana kita hidup untuk menyukakan Allah daripada hanya mengikuti peraturan yang membawa kemerdekaan. Lihatlah pertanyaan sebelumnya untuk informasi lebih lengkap.

 

P: Dalam Yakobus 2:13, apakah yang dikatakan agama Yahudi tentang belas kasihan dan penghakiman?

J: Allah menjatuhkan penghakiman, tetapi Allah berkenan menunjukkan belas kasihan, seperti dikatakan Mikha 7:17-18. Kita melihat belas kasihan Allah dalam Yesus yang mati di kayu salib bagi kita “demi sukacita yang disediakan bagi Dia” dalam Ibrani 12:2. Rabi Barabbi berkata, “Kepada orang yang berbelas kasihan terhadap ciptaan, Sorga berbelas kasihan, tetapi kepada orang yang tidak berbelas kasihan terhadap ciptaan, Sorga pun tidak berbelas kasihan.”

   Pemikiran ini juga terdapat dalam Sirakh 27:30-28:7; Tobit 4:9-11; Wasiat Zebulon 8:3 dan b. Shabbath 151b.

 

P: Dalam Yakobus 2:13, dengan cara apakah hidup kita seharusnya menunjukkan bahwa kita percaya belas kasihan menang atas penghakiman?

J: Bagi diri kita sendiri, kita percaya bahwa anugerah dan belas kasihan Allah lebih besar daripada segala dosa kita. Kita harus dapat mengampuni diri kita sendiri. Kedua, kita telah berjanji kepada orang lain bahwa kita akan memberikan pengampunan dan belas kasihan seperti yang telah Allah berikan kepada kita.

 

P: Dalam Yakobus 2:13, apakah yang harus anda lakukan jika anda menduga bahwa seorang percaya yang lain tampaknya sedang mendiskriminasi sebuah kelompok?

J: Pertama, terbukalah terhadap kemungkinan bahwa anda mungkin keliru. Kedua, sadarilah bahwa sekalipun mereka berdosa dengan mendiskriminasi, mereka mungkin tidak menyadarinya, dan mereka bahkan mungkin menyangkalnya ketika anda mengemukakannya. Ketiga, berdoalah tentang bagaimana Allah menghendaki anda menanggapinya. Mereka perlu melihat bahwa

a) Entah mereka memang menunjukkan sikap pilih kasih, atau mereka dengan tidak bijaksana memberi kesan bahwa mereka melakukannya.

b) Beratnya dosa ini, seperti ditunjukkan Yakobus 2:1-13.

c) Langkah-langkah berikutnya untuk bertobat dan, jika mungkin, memperbaiki keadaan.

d) Pemulihan: bahwa anda mengasihi mereka, dan bahwa mereka harus mengasihi semua orang lain.

 

P: Dalam Yakobus 2:14-26, bagaimana bagian ini berhubungan dengan bagian awal pasal 2?

J: Bagian ini berhubungan dalam dua cara. Yakobus 2:1-13 berbicara tentang kekurangan dalam pelaksanaan sehubungan dengan satu dosa yang khusus: sikap pilih kasih, sementara bagian ini memperluasnya kepada dosa pada umumnya. Kedua, sama seperti anda tidak boleh menunjukkan sikap pilih kasih dan hanya berbuat baik kepada sebagian orang, anda juga tidak boleh pilih kasih dalam iman anda dan melakukan sebagian perbuatan baik lalu menolak untuk menaati dalam hal-hal selebihnya.

 

P: Dalam Yakobus 2:14-17, apakah sedikitnya dua cara seseorang dapat memiliki iman tanpa perbuatan yang tidak menyelamatkan?

J: Satu caranya adalah percaya pada kebenaran Allah dan percaya hal-hal yang benar, tetapi tidak pernah menyerahkan hidupnya kepada Dia. Ada yang menyebut hal ini “ateisme praktis”. Walaupun mereka sungguh-sungguh percaya kepada Allah, secara praktis, dalam tingkah lakunya seseorang bertindak seolah-olah ia seorang ateis. Yakobus mengatakan bahwa iman tanpa keinginan sama sekali akan tindakan berupa perbuatan bukanlah iman dari seseorang yang menuju sorga. Dalam Balai Iman dalam Ibrani 11, iman dinyatakan melalui tindakan mereka.

   Cara yang kedua adalah menaruh kepercayaan pada allah palsu, dan menolak Allah Alkitab. Mereka bahkan mungkin memiliki banyak perbuatan: membunuh orang kafir, satí, membiarkan diri mati kelaparan, dan sebagainya, tetapi tidak satu pun dari hal itu akan menyelamatkan.

Iman kita tentang Kristus tidaklah begitu penting; sebaliknya yang penting adalah iman kita DI DALAM Kristus.

 

P: Dalam Yakobus 2:14-25, bagaimana kita dibenarkan melalui pekerjaan sama dengan melalui iman, dan bukan melalui iman yang juga tidak melakukan pekerjaan seperti yang dikatakan Paulus dalam Efesus 2:8-9?

J: Sebuah bunyi dari teologi seharusnya tidak hanya bisa menjelaskan kedua ayat ini, tapi juga membutuhkan kedua ayat ini. Bahkan Martin Luther, dikenal atas sikapnya yang bertahan pada imannya, mengatakan “Mustahil, pastinya, untuk memisahkan pekerjaan dari iman, sama seperti mustahil memisahkan panas dan terang dari api.”

   Tiga hal tentang Paulus dan Yakobus.

1. Keduanya tidak mengatakan untuk meminimalisir peran iman sebagai artian Allah memberlakukan kebenaran Kristus pada kita.

2. Keduanya tidak mengatakan untuk memperkecil peran pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari orang Kristen.

3. Baik Yakobus ataupun Paulus tidak ada yang mengatakan kita dapat memperhitungkan kemurahan Allah, baik melalui semua pekerjaan di dunia ini atau iman terbesar di dunia.

4. Keduanya menunjukkan bahwa pekerjaan adalah ungkapan iman yang keluar yang tidak terpisahkan. Jika manusia tidak ingin melakukan hal baik bagi Allah, itu adalah bukti mereka tidak memiliki iman dan tidak diselamatkan.

5. Seperti halnya Allah menggunakan Injil yang berbeda untuk memberi tekanan pada bagian yang berbeda dari karakter Kristus, Allah menggunakan Paulus dan Yakobus untuk memberi tekanan pada aspek pembenaran yang berbeda. Paulus menekankan lebih dari itu bahwa kita tidak dapat memperhitungkan bagian apapun tentang keselamatan kita, kita hanya dapat memohon pada Tuhan dalam iman. Yakobus menekankan lebih dari itu bahwa iman yang sejati bukanlah persetujuan intelektual belaka, tapi sebuah keputusan dalam kehidupan yang berdasarkan pada kepercayaan yang disertai oleh pekerjaan.

Ringkasnya, pekerjaan tidak memiliki peran dalam memperhitungkan keselamatan kita, tapi pekerjaan memiliki peran penting dalam mengungkapkan iman melalui yang mana kita diselamatkan.

Menurut sejarah, diluar dari Alkitab contoh pertama contoh pertama mengenai pandangan ini dapat kita temukan dalam surat Clement untuk jemaat di Korintus, (tahun 97/98 A.D.) Bagian 31 mengatakan mengenai mengapa Abraham dibenarkan. Bagian 32 mengatakan, dalam bagian “Dan kita juga, dipanggil oleh kehendakNya dalam Kristus Yesus, tidak dibenarkan oleh diri kita sendiri, ataupun kebijaksanaan kita sendiri, atau pengertian, atau kesalehan, atau pekerjaan yang kita telah tempa dalam kesucian hati; tapi oleh melalui iman yang mana, dari awal, Allah Yang Maha Kuasa telah membenarkan semua manusia;’ dan kemuliaannya sampai selama-lamanya. Amin.

   Apa yang akan kita lakukan, saudara-saudara? Akankah kita menjadi bermalasan dalam melakukan hal yang baik, dan berhenti dari mempraktekan kasih? Allah melarang beberapa pengajaran harus diikuti oleh kita! …” (Ante-Nicene Fathers volume 1 (Roberts & Donaldson editors, 1994) hal. 13)

   Ini merupakan kerapian melihat bahwa teologi ini, (yang tidak diselamatkan dengan melayani tapi diselamatkan untuk melayani), digemakan dan diajarkan sebagai kebenaran Alkitabiah oleh umat Kristen gereja awal bahkan sebelum kitab Wahyu ditulis dan Perjanjian Baru dilengkapi.

 

P: Dalam Yakobus 2:16, apakah ungkapan ini menyiratkan bahwa mereka sudah kenyang?

J: Tidak, dalam bahasa Yunani ini adalah ucapan perpisahan Yahudi yang biasa. Ini TIDAK berarti bahwa mereka sudah hangat dan kenyang.

 

P: Dalam Yakobus 2:17-26, apakah yang akan anda katakan kepada orang yang mengaku, “kita tidak lagi memiliki hukum apa pun, kita hanya memiliki kemerdekaan di dalam Kristus”?

J: Dua kata: Bacalah Yakobus. Mereka sebagian benar, bahwa kita tidak berada di bawah Hukum Musa, dan kita memiliki kemerdekaan di dalam Kristus untuk melakukan apa yang benar. Namun, semua Sepuluh Perintah kecuali satu (hari Sabat) diulangi dalam Perjanjian Baru. Beberapa hal bahkan lebih keras (seperti perceraian) dalam Perjanjian Baru daripada dalam Perjanjian Lama. Janganlah kita menaruh kata-kata di mulut Allah yang sesungguhnya bertentangan dengan apa yang Allah sendiri katakan dalam Alkitab.

   Ada sebuah kelompok, dan seorang yang terkenal, yang memiliki pandangan yang keliru ini. Kelompok itu disebut Khlysty, dan anggotanya yang paling terkenal adalah Rasputin. Ketika Rasputin ditanya mengapa ia mengatakan bahwa dosa itu tidak dapat tidak ada di hadapan Allah, Rasputin menjawab: “‘Tentu saja, bapak kecil,’ katanya, ‘Juruselamat kita dan bapa-bapa suci telah mengecam dosa, karena dosa adalah pekerjaan si Jahat. Tetapi bagaimana engkau dapat mengusir kejahatan, bapak kecil, kecuali dengan pertobatan yang sungguh-sungguh? Dan bagaimana engkau dapat bertobat dengan sungguh-sungguh, jika engkau belum berdosa? ...Singkirkan Kitab Sucimu!’ ia mengguntur. ‘Kitab Suci! Sungguh, aku memperingatkan engkau, bapak kecil, hentikanlah pekerjaan yang sia-sia dan tidak berguna ini supaya engkau dapat berdiri di hadapan Tuhan. Terimalah hidup sebagaimana adanya, karena hanya itulah yang diberikan Allah kepadamu. Dan izinkanlah aku mengatakan ini kepadamu. Janganlah selalu merenungkan dari mana datangnya dosa, berapa banyak doa yang harus diucapkan seseorang dalam sehari, dan berapa lama ia harus berpuasa untuk luput dari dosa! Berbuatlah dosa, jika dosa masih mengintai di dalam dirimu; hanya dengan cara inilah engkau dapat mengalahkannya! Berbuatlah dosa, lalu engkau akan bertobat dan mengusir kejahatan dari dirimu. Selama engkau menyimpan dosa secara diam-diam di dalam dirimu, dan dengan ketakutan menutupinya dengan puasa, doa, dan pembahasan Kitab Suci yang tiada henti, selama itu pula engkau akan tetap menjadi orang munafik dan orang yang tidak berguna, dan orang-orang semacam itu dibenci Tuhan. Kotoran itu harus dikeluarkan, dengarkah engkau, bapak kecil? Hanya dengan demikianlah bau harummu akan berkenan kepada Tuhan.’” (Rasputin : The Holy Devil hal.54-55)

 

P: Dalam Yakobus 2:19 karena setan percaya Yesus, haruskah mereka diselamatkan, karena yang diperlukan untuk diselamatkan adalah jika kita percaya pada Yesus, dalam Kis 16:31 dan Yoh 3:16?

J: Tidak. Ibrani 2:16 dan Yakobus 2:19 menjawab ini dengan dua perbedaa, tapi jawaban yang saling melengkapi. Ibrani 2:16 mengatakan bahwa bukanlah malaikat (yang turun atau yang tidak turun) yang diselamatkan Kristus, tapi manusia. Poinnya dari Yakobus 2:19 adalah pengertian intelektual belaka dan persetujuan bukanlah iman yang menyelamatkan. Bisa menjadi sedikit kebingungan dalam bahasa Inggris, tapi bahasa Yunani memiliki dua kata untuk kata iman. Satu kata adalah persetujuan secara mental, sementara yang satunya adalah sebuah rasa percaya dengan seluruh kehidupan anda.

 

P: Dalam Yakobus 2:21, apakah Abraham diselamatkan oleh perbuatannya, atau dibenarkan oleh iman, seperti dikatakan dalam Rom 4:1-4 dan Rom 3:28?

J: Untuk mentafsirkan kutipan dari Martin Luther dalam pertanyaan sebelumnya dengan bebas, seperti halnya anda tidak dapat memisahkan panas dari api, anda juga tidak bisa memisahkan perbuatan dari iman.

Yakobus 2:21 hanya mengatakan bahwa “Apakah Abraham dibenarkan oleh karena perbuatannya”. Perbuatan Abraham ditunjukkan pada dunia, begitu juga Surga dan Neraka, bahwa Abraham dibenarkan oleh Allah. Namun, itu tetaplah Allah yang membenarkan Abraham, bukan Abraham sendiri.

   Clement dari Roma, menulis pada sidang jemaat di Korintus tahun 97/98 A.D., mengatakan tentang Abraham, “Untuk alasan apakah Bapa kita, Abraham diberkati? Apakah itu bukan karena ia melakukan kebenaran dan kebajikan melalui iman?” (Ante-Nicene Fathers volume 1 (Roberts & Donaldson editors, 1994) hal. 13)

 

P: Dalam Yakobus 2:21-24, karena tidak ada orang lain yang hadir, kepada siapakah Abraham membenarkan imannya?

J: Walaupun orang-orang yang menyertai Abraham dan Ishak mungkin berada agak jauh, mereka tidak hadir di sini.

   Abraham terutama membenarkan imannya di hadapan Allah. Tentu saja Abraham sendiri melihat hal ini, demikian juga Ishak (dengan minat yang besar, boleh saya tambahkan). Para malaikat dan setan pun akan melihat hal ini. Dan bahkan melalui lembaran-lembaran waktu, umat Allah yang setia semuanya telah melihat teladan iman yang taat dari Abraham yang begitu menakjubkan.

 

P: Dalam Yakobus 2:22, manakah yang lebih penting, iman atau perbuatan?

J: Manakah yang lebih penting, hidup atau memiliki denyut jantung? Seseorang dapat menempelkan elektroda pada jantung orang mati dan membuatnya berdenyut. Tetapi biasanya denyut jantung adalah bukti bahwa seseorang hidup. Anda mengatakan bahwa anda memiliki iman yang sejati. Mari kita lihat buktinya. Jika anda tidak memiliki bukti, maka orang patut mempertanyakan apakah anda memiliki iman yang sejati, atau iman yang tidak lebih baik daripada semua iman yang lain — iman manusia dan setan — yang menuju neraka.

 

P: Dalam Yakobus 2:25, bagaimana pengalaman Rahab orang Kanaan itu berbeda dengan pengalaman Abraham?

J: Abraham adalah nenek moyang yang penting dan sangat dihormati dalam Alkitab; Rahab adalah orang asing yang tidak penting dan bernama buruk. Abraham diminta melakukan beberapa hal yang tampak bodoh: berangkat dari salah satu kota terkuat di dunia pada waktu itu, dan memutuskan untuk menaati Allah dengan mengorbankan anaknya Ishak dalam Kejadian 22:1-14. Mungkin ada 8 sampai 30 tahun antara saat Abraham dinyatakan benar dan saat Abraham melakukan perbuatan ini. Tetapi Abraham, seorang yang benar, tidak menahan apa pun dan menaati Allah.

   Rahab berbeda; ia adalah seorang pelacur, sebuah pekerjaan yang tidak bermoral. Ia tidak memerlukan banyak iman untuk melihat bahwa tentara Israel yang besar itu kemungkinan besar berarti kebinasaan bagi Yerikho. Tetapi Rahab harus memiliki iman bahwa Allah akan menerimanya, dan Rahab bertindak menurut imannya dengan mempertaruhkan nyawanya ketika menyembunyikan dua pengintai Israel. Kadang-kadang iman kita menghadapi tantangan dalam bertanya, “Apakah Allah akan melindungi atau membela?” Pada waktu yang lain iman kita menghadapi tantangan dalam bertanya, “Apakah Allah akan melindungi atau membela bahkan saya?”

 

P: Dalam Yakobus 2:25, sementara Abraham tidak menahan apa pun, bahkan tidak yang paling berharga baginya, dalam melayani Allah, hal-hal semacam apakah yang ditahan orang Kristen pada masa kini yang menghalangi mereka melayani Allah sepenuhnya?

J: Hal itu dapat berupa sebuah hubungan yang orang Kristen tahu seharusnya tidak mereka jalani, sebuah pekerjaan yang mengorbankan ketaatan mereka kepada Allah, atau melepaskan kekayaan. Hal itu dapat berupa meninggikan kenyamanan, atau rasa aman, di atas melayani Allah. Orang dapat memiliki ketakutan akan kegagalan, ketakutan terlihat buruk, FOMO (takut ketinggalan), atau takut merasa tidak nyaman.

   Ketakutan dapat menghalangi anda melakukan apa pun. Kita tidak boleh berusaha membatasi Allah dengan mengatakan kepada-Nya bahwa kita ingin melihat dan memahami segala sesuatu yang sedang terjadi terlebih dahulu. Seperti dikatakan seorang guru Alkitab, kita seharusnya tidak tersinggung oleh apa yang tidak dijelaskan.

 

P: Dalam Yakobus 2:26, seseorang mungkin membandingkan iman dengan roh, dan perbuatan dengan tubuh, tetapi Yakobus memakai perumpamaan yang sebaliknya. Menurut anda mengapa demikian?

J: Anda harus memiliki tubuh untuk berada di planet ini, dan anda harus percaya (atau memiliki iman) untuk menjadi anak Allah. Tetapi jika anda berada di bumi ini, roh anda ada di dalam tubuh anda. Jika iman anda hidup secara rohani, anda memiliki perbuatan. Tetapi sebagaimana tubuh tanpa roh hanyalah mayat yang membusuk, demikian pula iman yang hanya di kepala tanpa perbuatan adalah mayat yang membusuk tetapi ortodoks.

 

P: Dalam Yakobus 3:1, karena orang Kristen tidak perlu mengkhawatirkan Penghakiman Takhta Putih yang Besar, mengapa guru-guru Kristen perlu memperhatikan bahwa mereka akan dihakimi lebih berat?

J: Orang percaya dihakimi oleh Kristus pada penghakiman takhta (bema) dalam 1 Korintus 3:12-15. Guru-guru dapat dihakimi karena mengajarkan hal-hal yang salah kepada orang lain. Mereka juga dihakimi karena menyesatkan orang, atau karena menggembalakan dengan ceroboh.

   Matius 12:36-37 mengatakan bahwa kita akan dihakimi atas setiap kata sia-sia yang kita ucapkan. Amsal 10:19 mengatakan bahwa di dalam banyak perkataan pasti ada pelanggaran. Amsal 30:5-6 menekankan betapa pentingnya tidak menambahkan apa pun pada firman Allah.

 

P: Dalam Yakobus 3:1, apakah beberapa alasan yang baik dan yang buruk mengapa orang tetap ingin mengajar?

J: Alasan yang baik adalah bahwa Allah telah memanggil anda untuk mengajar, anda ingin menolong orang lain, dan yang kedua, anda sendiri akan belajar lebih banyak jika anda mengajar.

   Satu alasan yang buruk adalah berpikir bahwa anda akan dianggap penting di mata Allah dan dikagumi orang lain. Alasan buruk yang lain adalah untuk berada di atas orang lain, untuk pamer, untuk menghindari pemeriksaan (yang menurut Yakobus 3:1 tidak akan anda dapatkan), atau karena anda menganggap diri anda lebih baik atau lebih penting daripada orang lain. Tetapi Allah mengasihi anda sama saja, entah anda mengajar atau tidak. Allah menghendaki anda melayani Dia dengan cara-cara yang untuknya Allah menjadikan anda melayani Dia, entah itu cara yang agak menonjol seperti mengajar, atau cara-cara yang lain.

   Ketika anda mengajar, apakah cita-cita anda bagi diri anda sendiri ada di dalam kehendak Allah? – pertanyaan jebakan. Jika anda memiliki cita-cita yang mementingkan diri sendiri, anda melakukannya dengan motif yang salah. Sebaliknya, jika orang lain mengajarkan pelajaran yang baik, atau jika anda mengajarkan pelajaran yang baik, anda harus sama-sama senang.

 

P: Dalam Yakobus 3:1, bagaimana para guru dihakimi dengan ukuran yang lebih berat?

J: Setidaknya dalam tiga cara:

Orang lain: Semua orang Kristen diajarkan untuk menjadi garam dan terang bagi dunia (Matius 5:13-16; Filipi 2:14-15) dan para pemimpin diajarkan untuk menjadi contoh bagi rakyatnya (1 Petrus 5:3). Para penatua yang berdosa agar ditegur di depan umum (1 Timotius 5:19-20).

Allah: Paling penting, Allah menghakimi manusia berdasarkan apa yang mereka ketahui. Orang Kristen tidak tidak perlu cemas dengan apapun tentang Penghakiman Tahta Suci Agung, karena darah Kristus menebus dosa mereka. Namun, orang Kristen mengalami penghakiman kedua, seringkali disebut penghakiman kursi Bema, disebutkan dalam 1 Korintus 3:10-15, dimana Allah akan menghakimi setiap perbuatan orang Kristen dan memberikan upah kepada manusia dengan sesuai.

Diri sendiri: Para guru dapat memiliki godaan untuk berpikir, “karena saya telah banyak belajar, maka BOLEH bagi saya untuk mengendurkan beberapa hal, seperti doa, kesucian, atau kasih pada orang lain. Namun, mengetahui beberapa fakta tidak selalu berarti sebuah kasih yang besar bagi Allah, dan kemenurutan padaNya.

   1 Korintus 8:1 memperingatkan kita bahwa pengetahuan menjadikan kita sombong, tapi kasih membangun.

 

P: Dalam Yakobus 3:1-8, menurut anda mengapa Yakobus melihat peralihan yang wajar dari Yakobus 3:1-2 ke Yakobus 3:3-6?

J: Yakobus memikirkan bahwa kita semua tersandung. Bahkan masalah kecil dengan lidah kita dapat menyebabkan kobaran dosa yang besar pada orang lain. Selain itu, kadang-kadang ketika tidak ada perbuatan baik, berlimpahlah perkataan yang tidak berguna. Yakobus menganggap dosa lidah sangat serius. Dalam Matius 12:36-37 demikian pula Yesus.

 

P: Dalam Yakobus 3:2, apakah arti sempurna di sini?

J: Ini adalah kata Yunani yang sama yang dipakai dalam Yakobus 1:4 dan 2:22. Artinya sesuatu atau seseorang telah mencapai kedewasaan atau telah lengkap. Kedua arti kata “sempurna” dipakai dalam Filipi 3:12,15.

 

P: Dalam Yakobus 3:3-8, apakah kesamaan antara lidah dengan kekang, kemudi, api, binatang liar, dan racun yang mematikan?

J: Kuasa yang besar dari ukuran yang kecil. Sebuah kekang menahan kuda tetap pada jalurnya dengan mengendalikan kekuatan dalamnya. Sebuah kemudi menahan kapal tetap pada jalurnya dengan mengendalikan sudut kekuatan luar yang menghantam kapal itu. Api yang kecil dapat bertumbuh menjadi kobaran yang dahsyat, dan apa yang terbakar tidak akan pernah dapat dikembalikan. Sedikit saja racun yang mematikan dapat cukup kuat untuk membunuh. Tetapi di sisi yang positif, anda juga dapat memuliakan Allah melalui apa yang tidak anda katakan.

   Yakobus sangat memperhatikan lidah kita; ia juga menyebutnya dalam Yakobus 1:19, 26; 2:12; 4:11; 5:12. Perkataan yang ceroboh dapat merusak sebuah pernikahan, menghancurkan sebuah karier, atau merusak sebuah pelayanan. Sesuatu yang mengandung racun yang mematikan sebagian besarnya dapat baik untuk dimakan; hanya persentase yang kecil itulah yang buruk, dan mematikan.

 

P: Dalam Yakobus 3:3-5, menurut anda mengapa Yakobus membandingkan lidah dengan kekang atau kemudi kapal?

J: Orang dapat mengemudikan hal-hal yang besar dengan sesuatu yang berukuran kecil. Sebuah kekang beratnya kurang dari satu persen berat seekor kuda, tetapi penggunaannya yang strategis dapat memaksa kuda itu pergi ke arah yang tertentu. Demikian juga, sebuah kemudi cukup kecil dan tampak tidak berarti, dan anda memerlukan waktu dan kesabaran untuk memakainya, tetapi anda tidak dapat mengemudikan kapal tanpa kemudi. Menurut Believer’s Bible Commentary hal.2231, kapal Queen Elizabeth beratnya 83.673 ton kotor, tetapi kemudinya hanya 140 ton kotor. Jadi kemudi itu hanya sekitar 0,17% dari berat keseluruhan.

 

P: Dalam Yakobus 3:3,12; 1:19, ketika seseorang terlalu banyak bicara, baik dalam seringnya maupun dalam hal-hal buruk yang keluar, bagaimana anda dapat memberitahu mereka dengan cara yang membuat mereka menangkap pesannya, tanpa menyinggung mereka?

J: Kadang-kadang tidak ada cara lain selain menyinggung orang itu, dan itu tidak apa-apa karena orang itu mungkin perlu disinggung, walaupun sebagian besar waktu bukan demikian halnya. Lebih mudah memberitahu seseorang yang sudah memiliki hubungan dengan anda, yang tahu bahwa anda mengasihi, menghargai, dan menghormati mereka, daripada orang yang tidak dikenal. Mereka perlu melihat apa yang perlu mereka lakukan dan hentikan, beratnya hal itu, dan harapan untuk memiliki hubungan yang baik sesudah mereka melakukannya. Ingatlah, sulit melempar lumpur tanpa sebagian mengenai tangan anda sendiri, dan hati anda.

   Seorang Kristen memiliki cara yang unik dalam menghadapi orang yang banyak mengumpat. Ia menertawakan mereka. Lalu ia dengan bercanda bertanya kepada mereka, “jadi katakanlah kepada saya bagaimana perasaanmu yang sebenarnya.” Ia seolah-olah memberi kesan bahwa ia bahkan tidak memperhatikan kata-kata yang baru saja diucapkan orang itu, tetapi memberi mereka kesempatan kedua untuk mengungkapkan diri dengan cara yang pantas. Pendekatan yang lain adalah menyebutnya apa adanya: mulut yang kotor. Tentu saja, cara apa pun yang anda pakai tidak akan efektif jika anda sendiri secara munafik mengumpat atau memakai bahasa yang buruk.

   Saya mengenal seorang Kristen yang tidak pernah saya dengar mengumpat kecuali dalam satu keadaan. Ia meminta maaf tepat sesudah mengatakan hal-hal itu, dan berkata bahwa ia sulit untuk tidak mengatakan hal-hal seperti itu ketika ia marah (dan ia memang sedang marah). Bahkan sebagai orang Kristen, kadang-kadang kebiasaan lama sulit dihilangkan. Walaupun ia tidak sempurna, ia tetap berusaha, dan meminta maaf tepat sesudahnya.

   Tentu saja, ketika anda sedang berbicara dengan seorang Kristen yang lidahnya terlalu lepas, suruhlah mereka membaca ulang kitab Yakobus.

 

P: Dalam Yakobus 3:3, seperti apakah gosip itu?

J: Berikut adalah sebuah contoh dari Believer’s Bible Commentary hal.2231. “Cara menyebarnya api perkataan jahat digambarkan oleh percakapan antara dua orang perempuan di Brooklyn. Yang satu berkata, ‘Tillie memberitahu saya bahwa anda memberitahu dia rahasia yang saya katakan kepada anda untuk tidak diberitahukan kepadanya.’ Yang lain menjawab, ‘Dia memang jahat. Saya sudah bilang kepada Tillie supaya tidak memberitahu anda bahwa saya memberitahu dia.’ Yang pertama menanggapi, ‘Nah, saya sudah bilang kepada Tillie bahwa saya tidak akan memberitahu anda bahwa dia memberitahu saya – jadi jangan beritahu dia bahwa saya memberitahu anda.’” Tidak ada orang yang dapat mempercayai siapa pun.

 

P: Dalam Yakobus 3:6, mengapa Yakobus membandingkan lidah dengan api?

J: Lidah yang jahat dapat menjadi seperti percikan api dalam dua hal:

Pertumbuhan: hanya diperlukan sebuah percikan kecil untuk memulai kebakaran hutan yang besar. Demikian juga, hanya diperlukan beberapa patah kata untuk memicu reaksi berantai.

Tidak dapat dikembalikan: Begitu kobaran api terjadi, segala sesuatu yang terbakar tidak dapat “dibakar balik”.

   Sebagai catatan sejarah, salah satu kebakaran hutan terbesar terjadi pada tahun 2003 di Taiga Siberia, sesudah musim panas yang kering. Kebakaran itu membakar 55 juta acre (22 juta hektar) di Siberia, Tiongkok utara, dan Mongolia utara. Kebakaran itu masih mempengaruhi suhu di bumi sampai hari ini. Sebagai pembanding, satu acre sedikit lebih kecil daripada sebuah lapangan sepak bola Amerika, tidak termasuk zona akhir. Pennsylvania luasnya 29,5 juta acre, jadi kebakaran Taiga Siberia membakar wilayah yang hampir dua kali luas Pennsylvania.

   Lihat https://earth.org/largest-wildfires-in-history/ dan https://a-z-animals.com/blog/how-big-is-pennsylvania-see-its-size-in-miles-acres-and-how-it-compares-to-other-states/ untuk informasi lebih lanjut.

 

P: Dalam Yakobus 3:6, bagaimana lidah menyalakan anggota-anggota tubuh kita?

J: Alkitab tidak mengatakan secara tegas bagaimana, tetapi kita dapat melihat beberapa cara.

1. Banyak pencobaan yang kita alami datang kepada kita melalui apa yang dikatakan orang lain. Dengan kata-kata orang dapat merencanakan kejahatan, mencobai, merayu, memfitnah orang lain, bergosip, menghina, menceritakan lelucon kotor, berdusta, mematahkan semangat orang dari kebaikan, dan mendorong orang melakukan kejahatan. Orang dapat saling mendorong untuk berdosa: sesuatu yang semula mungkin memalukan bagi seseorang untuk dilakukan, kemudian mereka anggap tidak apa-apa karena orang lain setuju.

2. Orang sering menyampaikan dan melaksanakan niat untuk berdosa melalui kata-kata. Orang dapat menyakiti perasaan orang lain dan memfitnah orang lain dengan lidah mereka.

 

P: Dalam Yakobus 3:6, apakah “roda kehidupan” mengarah pada reinkarnasi, seperti yang diajarkan beberapa orang?

J: Ayat ini berbicara mengenai kekuatan yang meyakinkan mengenai bahasa manusia. Tidak ada dalam ayat ini yang menyarankan interpretasi ide ini mengenai reinkarnasi pada siapapun dalam sejarah hingga zaman modern. Sementara kebangkitan diketahui dalam Perjanjian Lama, tidak ada konsep reinkarnasi dalam Perjanjian Lama Yahudi atau Jemaat Gereja Awal, dengan pengecualian bahwa mereka menulis bahwa beberapa agama palsu percaya pada reinkarnasi. Hippolytus, tahun 222-235/6 A.D., secara khusus menyebutkan reinkarnasi sebagai bagian dari keyakinan, bukan milik Kristen, tapi milik “Brahma” di India.

   Orang Kristen zaman pra-Nicene yang mengetahui Brahmin/Brahma sebagai agama palsu adalah Theophilus dari Antiokia (tahun 161-181/188 A.D.), Tertullian (tahun 198-220 A.D.), dan Origen (tahun 225-254 A.D.).

 

P: Dalam Yakobus 3:6-7, bagaimanakah perumpamaan tentang racun berbeda dengan perumpamaan tentang api?

J: Sementara api secara drastis mengubah penampilan luar, racun bekerja di dalam dengan lebih lambat. Keduanya sama-sama dapat membunuh. Keduanya hanya memerlukan sedikit saja untuk mencapai tujuannya. Kadang-kadang kata-kata yang jahat dapat diucapkan secara khusus hanya untuk meracuni pikiran atau hati seseorang.

   Banyak orang terpelajar mengenal bagaimana lidah dapat membunuh, melalui hukuman mati atas filsuf Yunani Athena, Sokrates. Sokrates begitu dikecam dalam sebuah drama yang memfitnahnya sebagai orang kasar yang jahat dan bodoh yang merusak orang Athena. Sesudah menonton drama itu, para warga menuntut supaya Sokrates dihukum mati, dan hal itu terjadi, dengan memaksanya minum racun hemlok. Akhirnya mereka menyadari bahwa mereka telah menghukum mati seorang manusia, hanya karena perasaan yang kuat tentang fitnah yang tidak terbukti. Beberapa waktu sesudah itu, Athena menjadi sangat toleran terhadap pandangan-pandangan filsafat yang berbeda.

 

P: Dalam Yakobus 3:8, bagaimana lidah itu kejahatan yang “tidak terkuasai” atau “tidak dapat dijinakkan”?

J: Lidah itu seperti binatang yang tidak dapat dijinakkan. Yakobus memberi contoh binatang-binatang kuat yang telah dijinakkan orang, tetapi orang lebih sulit menjinakkan lidahnya sendiri.

 

P: Dalam Yakobus 3:9-12, bagaimana yang baik dan yang buruk sama-sama keluar dari lidah kita? (Lihat Roma 7:14-25 untuk petunjuk.)

J: Memuji Allah dan kata-kata untuk menolong orang lain seharusnya keluar dari mulut kita. Begitu banyak kebaikan dapat keluar: penghiburan, koreksi, pengajaran, teguran (ya, itu pun baik). Tetapi kata-kata yang melawan Allah dan yang menyakiti orang dapat keluar juga, jika kita tidak berhati-hati. Hal itu dapat keluar karena kemarahan, kecerobohan, atau yang lebih buruk lagi, sikap tidak peduli.

 

P: Dalam Yakobus 3:11, bagaimana jika air tawar dan air asin sama-sama mengalir dari mata air yang sama?

J: Air tawar yang dapat diminum akan bercampur dengan air asin, dan campuran air payau itu tidak dapat diminum. Seorang percaya yang mengatakan hal-hal yang baik, dan dari mulut yang sama mengatakan hal-hal yang jahat atau cabul, tidak akan memiliki kesaksian yang baik. Kita harus secara khusus menyerahkan lidah kita kepada Allah.

   Di satu sisi Laut Mati memiliki mata air asin dan juga mata air tawar, tetapi sekalipun demikian, tidak ada mata air yang memiliki keduanya.

 

P: Dalam Yakobus 3:13, apakah tepatnya hikmat itu di sini, yang berbeda dengan pengetahuan?

J: Pengetahuan dapat dianggap sebagai fakta, pengamatan, dan logika. Hikmat adalah menerapkan pengetahuan pada kehidupan.

 

P: Dalam Yakobus 3:13, apakah perbedaan antara kelemahlembutan dan kerendahan hati?

J: Keduanya adalah kata yang berbeda dalam bahasa Yunani. Kerendahan hati, tapienophrosynē dalam bahasa Yunani, berarti tidak menganggap diri anda orang yang hebat. Kata Yunani untuk kelemahlembutan, prautēs, berarti kelembutan dan penerimaan yang aktif. Jangan memikirkan seseorang yang lemah secara jasmani, melainkan seorang yang kuat yang jinak dan taat.

   Menariknya, filsuf Yunani Epiktetos (sekitar 50-135/138 M), melalui muridnya Arrianus, juga mengajar tentang kelemahlembutan. Ia mengajarkan bahwa kelemahlembutan, sama seperti sikap menjilat, adalah sebuah cacat moral.

 

P: Dalam Yakobus 3:13; Matius 11:29, dan 2 Korintus 10:1, mengapa Yakobus, Yesus, dan Paulus semuanya mengajarkan hubungan yang erat antara kelemahlembutan dan hikmat?

J: Hikmat yang sejati mengetahui tempat kita yang sepatutnya di hadapan Allah dan bahwa kita tidak lebih baik daripada orang lain.

 

P: Dalam Yakobus 3:13-18, banyak orang berhikmat tetapi bukan dengan hikmat yang dari sorga. Menurut anda apakah iri hati yang pahit atau cita-cita yang mementingkan diri sendiri membuat seseorang tidak layak untuk berhikmat dengan hikmat yang dari sorga?

J: Mereka masih dapat memiliki serpihan hikmat sorgawi, tetapi jika hikmat itu diracuni oleh iri hati atau cita-cita yang mementingkan diri sendiri, hikmat itu tidak baik. Cita-cita yang mementingkan diri sendiri bukan hanya berarti memajukan kepentingan sendiri, tetapi memakai cara yang tidak pantas dan memecah belah untuk melakukannya. Iri hati dan cita-cita yang mementingkan diri sendiri dapat membutakan orang terhadap apa yang benar, dan memakai hikmat duniawi dapat tampak lebih baik untuk mencapai sasaran jangka pendek. Hikmat sorgawi tidak mengabaikan sasaran jangka pendek, tetapi juga memandang ke depan kepada penghakiman takhta (bema). Kemurnian di sini mengarah pada tidak adanya motif atau sikap yang mementingkan diri sendiri.

   Namun, dalam Filipi 1:15-18 Paulus tetap memuji Allah untuk orang-orang yang memberitakan Injil yang benar, sekalipun sebagian memberitakan Kristus karena iri hati dan cita-cita yang mementingkan diri sendiri, karena setidaknya mereka memberitakan Injil.

 

P: Dalam Yakobus 3:13,17-18, mengapa hikmat menghasilkan hal-hal ini?

J: Amsal 23:7 mengatakan, “Sebab seperti yang dipikirkannya dalam hatinya, demikianlah ia.” Roh memakai hikmat untuk mengubah kita dan menghasilkan buah Roh. Hikmat yang sejati itu murni, pendamai, rela mengalah, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak, tidak munafik. Dengan kata lain, apa yang anda lihat itulah yang anda dapatkan.

 

P: Dalam Yakobus 3:17-18, apakah perbedaan antara hikmat sorgawi dan hikmat duniawi?

J: Hikmat sorgawi berasal dari atas, menyatakan buah Roh, dan menunjukkan kepada kita bagaimana menyenangkan Allah. Hikmat duniawi berasal dari bawah, berusaha maju dalam hidup ini, dan berjuang untuk menyenangkan diri kita sendiri. Seperti dikatakan Tony Evans, “hikmat manusia belaka adalah ungkapan dari agenda Iblis. Untuk menyampaikan hikmat sorgawi, anda harus berhubungan dengan sorga.”

   Apa yang dunia sebut hikmat dapat mencakup gaya yang suka berbantah, sindiran yang menghancurkan, cara yang cerdik atau bahkan tidak adil untuk memenangkan sebuah pokok, dan sebagainya.

 

P: Dalam Yakobus 3:18, apakah buah atau panen kebenaran yang datang dari damai sejahtera?

J: Orang Kristen memiliki dua pandangan yang berbeda, dan keduanya dapat benar.

Buah Roh, atau buah yang bertumbuh dari hikmat kebenaran.

Hidup yang benar itu sendiri, yang datang dari mengenal dan mengikuti jalan hikmat Allah.

Dengan menggabungkan keduanya, “panen” yang kita peroleh adalah hidup yang saleh yang berkenan kepada Allah, yang dinyatakan oleh buah Roh.

 

P: Dalam Yakobus 4:1, bagaimana keinginan-keinginan “berjuang” di dalam diri kita?

J: Orang dapat menjadi “terbelah” oleh keinginan-keinginan yang bertentangan, hedonon dalam bahasa Yunani, dari mana kita memperoleh kata hedonisme. Bahkan orang yang tidak percaya yang ingin melakukan suatu kejahatan sering tidak melakukannya karena mereka memiliki keinginan yang lebih kuat untuk tidak menanggung akibatnya.

   Kata-kata untuk perang dan pertengkaran dapat mengarah pada pertempuran antarbangsa dan perang saudara. Namun, Kekaisaran Romawi tidak sedang mengalami perang saudara pada waktu ini, dan pertempuran yang dibicarakan Yakobus adalah pertempuran di dalam diri.

 

P: Dalam Yakobus 4:1, bagaimana pertempuran di dalam diri dapat meluap keluar dan menimbulkan permusuhan terhadap orang lain?

J: Ketika seseorang tidak bahagia karena pertentangan di dalam dirinya sendiri, ia mungkin tidak melihat perlunya bersikap ramah terhadap orang lain. Jika seseorang mempersulit anda atau berselisih dengan anda, pertimbangkanlah bahwa hal itu mungkin tidak ada hubungannya dengan anda. Hal itu mungkin adalah “pertempuran” batin mereka sendiri yang meluap keluar dan menyerang kita. Mereka tidak dapat berdamai dengan orang lain jika mereka sedang berperang dengan diri mereka sendiri.

   Sebagian orang berpikir bahwa pertentangan dengan orang lain adalah keadaan yang normal dan yang diharapkan. Ketika seseorang dikritik di depan umum oleh orang kedua yang ia anggap sebagai teman, orang kedua itu hanya menjelaskannya sebagai “tembakan dari kawan sendiri”.

 

P: Dalam Yakobus 4:1-2, bagaimana anda menghentikan pertengkaran antara orang Kristen, tanpa anda sendiri terlibat dalam pertengkaran dengan orang Kristen?

J: Pertama-tama berdoalah tentang keadaan itu. Berusahalah memahami sudut pandang pihak-pihak yang berselisih. Anda tidak perlu menyetujui sudut pandang itu untuk memahaminya. Datanglah kepada orang itu, atau kepada orang dari masing-masing pihak secara pribadi dan berbicaralah dengan mereka. Jika hal itu tidak berhasil, berbicaralah lagi dengan mereka, dengan membawa lebih banyak orang bersama anda. Jika hal itu pun tidak berhasil, maka dengan berat hati, bawalah hal itu ke hadapan seluruh jemaat, seperti Matius 18:15-17.

   Dari pengalaman saya ketika saya menjadi diaken, ada seorang penatua di gereja yang sering berbicara menentang seorang “penatua seumur hidup” di gereja itu. Maka ketika “penatua seumur hidup” itu mendapat kesempatan berkhotbah, ia berbicara sepanjang waktu menentang penatua yang pertama. Bayangkan betapa baiknya hal itu terlihat bagi para tamu. Saya tidak hadir, karena saya sedang memimpin kebaktian gereja remaja. Tetapi saya pasti mendengar tentang hal itu. Saya berbicara dengan “penatua seumur hidup” itu secara pribadi, tetapi ia berkata bahwa orang lain memberitahunya bahwa ia telah mengatakan hal yang tepat. Lalu saya mengajak sepuluh orang lain dari gereja yang merasakan hal yang sama seperti saya, dan kami meminta pertemuan di rumahnya untuk membicarakannya. Kami menegaskan bahwa kami tidak menentang dia, dan kami tidak ingin ia mengundurkan diri, kami hanya ingin perselisihan ini tidak muncul dengan cara yang begitu buruk. Akhirnya penatua yang satu lagi pergi, bersama beberapa orang lain, dan mereka memulai gereja mereka sendiri kira-kira satu jam perjalanan dengan mobil.

 

P: Dalam Yakobus 4:2, bagaimana orang Kristen “membunuh”?

J: Ingatlah, kata-kata Yakobus mengikuti sangat dekat ajaran Yesus. Yesus berkata dalam Matius 5:21-22, bukan hanya pembunuhan jasmani, tetapi marah terhadap saudaramu tanpa alasan atau menyebut seseorang kepala kosong, semuanya menempatkan orang dalam bahaya api neraka.

   Jadi Yakobus bukan hanya mengarah pada membunuh seseorang secara jasmani, tetapi juga kebencian terhadap orang percaya yang lain.

 

P: Apakah Yakobus 4:2-3 menunjukkan bahwa Allah akan memberi kita sesuatu yang Ia kehendaki untuk kita miliki, jika kita meminta dengan motif yang salah? Bagaimana hal ini menempatkan Allah, boleh dikatakan, “dalam posisi yang serba sulit”?

J: Jika kita meminta sesuatu yang sungguh-sungguh kita perlukan, tetapi kita akan memakainya untuk tujuan yang jahat, Allah mungkin tidak memberikannya kepada kita – sekalipun kita sungguh-sungguh memerlukannya.

 

P: Dalam Yakobus 3:6, bagaimana bisa lidah menjadikan tubuh kita terbakar api?

J: Kitab Suci tidak dengan jelas mengatakan bagaimana, tapi kita dapat melihat beberapa cara.

1. Banyak godaan yang kita miliki datang pada kita melalui yang dikatakan orang lain.

2. Orang seringkali berkomunikasi dan melakukan intensi untuk berbuat dosa melalui kata-kata. Manusia dapat menyakiti perasaan orang lain dan memfitnah orang lain dengan lidah mereka.

 

P: Dalam Yakobus 3:6, bagaimana lidah dinyalakan dinyalakan api oleh Neraka?

J: Kitab suci tidak mengatakan demikian. Namun, kita dapat melihat bahwa lidah adalah salah satu yang paling efektif yang digunakan Iblis untuk menipu dan menggoda manusia.

 

P: Dalam Yakobus 4:3, apakah ini berlawanan dengan janji Allah bahwa Allah akan menjawab doa-doa kita?

J: Tidak, tapi itu memperkuatnya. Lihatlah pembahasan pada Matius 7:7-11 untuk jawaban yang lengkap.

 

P: Dalam Yakobus 4:4, mengapa Yakobus memanggil orang Kristen ketika ia sedang menulis yang ditujukan pada pezinah?

J: Sayangnya, bahkan umat Kristen terkadang mencoba untuk melayani dua tuan, seperti Allah dan dunia. Yesus berkata kamu tidak dapat melayani Allah dan uang sekaligus, dalam Matius 6:24.

   Menyamaratakan dengan ini, terkadang orang Kristen butuh teguran yang keras.

 

P: Dalam Yakobus 4:5, bagaimana roh yang hidup dalam diri orang Kristen membuat mereka cemburu, karena Yakobus 3:16, mengatakan dimana ada perbuatan jahat maka ada kecemburuan dan percekcokan?

J: Yakobus 4:5 tidak mengatakan bahwa Roh itu jahat atau cemburu, tapi pengetahuan tentang fakta bahwa Roh Kudus hidup dalam diri orang Kristen dapat memimpin pada kesombongan dan keeogisan diri, yang mana adalah perbuatan jahat.

 

P: Bagaimana Yakobus 4:6 berhubungan dengan Yakobus 3:6: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati”?

J: Kesombongan sering menyalurkan buahnya yang buruk melalui lidah. Ketika anda memiliki kesombongan, iri hati, dendam, atau hal-hal jahat lainnya di dalam hati anda, cara tercepat untuk mengurangi kerusakan adalah tidak mengatakan apa-apa, sampai hati anda benar. Sulit untuk mencegah kata-kata yang buruk menimbulkan akibatnya yang buruk, sesudah kata-kata itu diucapkan. Sesudah ini, Yakobus memberi tiga contoh kesombongan yang meledak dan menjadi terlihat dalam hidup kita: fitnah dalam Yakobus 4:11-12, kesombongan dalam Yakobus 4:13-17, dan menimbun apa yang bukan milik anda dalam Yakobus 5:1-6.

 

P: Dalam Yakobus 4:7, tentu saja orang yang bukan Kristen seharusnya datang kepada Kristus dan menyerahkan diri mereka kepada Allah. Tetapi bagaimana orang Kristen, yang kepada mereka Yakobus berbicara, seharusnya menyerahkan diri mereka kepada Allah?

J: Walaupun kita telah menyerahkan hidup kita kepada Allah ketika kita diselamatkan, kita harus menyerahkan diri kembali kepada Allah setiap hari. Kita harus memilih setiap hari dan dari saat ke saat apakah kita akan tinggal di dalam Kristus dan menaati atau tidak. Kita harus mendekat kepada Allah dan menjaga hati kita tetap murni.

 

P: Dalam Yakobus 4:8, jika seseorang di sorga secara khusus memperhatikan anda, apakah mereka akan menganggap anda lebih sebagai orang percaya yang bulat hati atau yang mendua hati?

J: Mudah-mudahan mereka akan melihat keteguhan, kesetiaan, dan kasih yang setia, dan menganggap anda lebih sebagai orang percaya yang bulat hati.

 

P: Dalam Yakobus 4:8, bagaimana pencarian diri sendiri yang berdosa menyebabkan seorang percaya mulai hanyut menjauh dari Allah?

J: Ini bukan soal “apakah” pencarian diri sendiri yang berdosa dapat menyebabkan seorang percaya mulai hanyut menjauh; hal itu pasti akan menyebabkan seorang percaya mulai hanyut menjauh. Anda hanya dapat sungguh-sungguh mengejar satu hal. Ketika kita mengejar kesenangan atau mengejar cita-cita yang mementingkan diri sendiri, kita kehilangan waktu dan tenaga untuk mengejar kedekatan dengan Allah. Sebaliknya juga benar. Jika kita mencurahkan segenap tenaga yang mungkin untuk mengejar Allah, kita tidak akan memiliki waktu atau tenaga untuk juga mengejar hal-hal dunia.

 

P: Dalam Yakobus 4:9-10, apakah artinya berdukacita atas dosa?

J: Kata Yunani di sini, talaiporesate, adalah kata yang lebih kuat daripada padanannya dalam bahasa Indonesia. Artinya berdukacita dengan sangat sengsara dan cocok dengan meratap. Ketika kita tidak benar di hadapan Allah, atau memiliki dosa di dalam hati kita, kita tidak boleh bersikap seolah-olah segala sesuatu baik-baik saja. Kita harus menganggap dosa dengan sangat serius. Hati kita seharusnya berkabung dan menangis ketika kita berada di luar persekutuan dengan Allah.

 

P: Dalam Yakobus 4:11, dan juga 1:2, 16, 19; 2:1, 5, 14; 3:1, 10, 12, mengapa Yakobus begitu sering berbicara tentang “saudara-saudaraku”?

J: Kita melihat dua alasan. Yang pertama adalah pembaca surat ini. Ini bukanlah pesan penginjilan melainkan sebuah surat kepada orang percaya, baik laki-laki maupun perempuan. Kedua, hal itu ada di benak Yakobus, entah secara sadar atau tidak sadar, yaitu kedekatan dan perhatian yang dimiliki orang percaya, atau yang seharusnya mereka miliki, satu terhadap yang lain.

 

P: Dalam Yakobus 4:11, karena kita tidak diajarkan untuk memfitnah satu sama lain, mengapa Paulus (katanya) melakukan hal ini dalam Titus 3:2?

J: Dia tidak melakukannya, Paulus tidak sedang berbicara perbuatan jahat secara moral. Menegur orang lain dan memperingatkan dalam sidang jemaat berbeda dari memfitnah dengan jahat dan dengan licik. Lihatlah pembahasannya dalam Titus 3:2 untuk info lebih lengkap.

 

P: Dalam Yakobus 4:11, Imamat 19:16; Mazmur 15:3; 31:13; 38:20; 41:6-7; 50:20; 101:5, Amsal 10:18 dst.; 30:10; Yeremia 6:28; Yehezkiel 36:3; Matius 15:19; Markus 7:22; 2 Korintus 12:20; Efesus 4:31; Kolose 3:8; Titus 3:2; 1 Petrus 2:1, apakah beberapa cara orang Kristen dapat berdosa dengan memfitnah orang Kristen dan gereja yang lain?

J: Ketika orang membuat tuduhan palsu tentang seorang guru, atau menyatakan fakta-fakta yang negatif padahal mereka perlu bersikap ramah, hal itu adalah fitnah. Fitnah adalah mengatakan hal-hal buruk yang tidak benar, atau merendahkan orang Kristen dan gereja yang lain padahal anda seharusnya tidak melakukannya.

   Jika anda mengatakan sesuatu yang negatif, pastikanlah bahwa hal itu benar sekaligus berguna. Tetapi kata-kata yang benar saja tidak selalu berarti bahwa anda perlu mengatakannya, jika kata-kata itu tidak berguna. Selain itu, kita harus mengatakan kebenaran di dalam kasih, dalam Efesus 4:15.

 

P: Dalam Yakobus 4:11, apakah hubungan “duduk menghakimi” dengan memfitnah orang Kristen dan gereja yang lain?

J: Memfitnah orang lain sering berjalan seiring dengan dosa berbicara atau bertindak seperti hakim atas mereka. Berbeda dengan ajaran dalam Yakobus ini, karya Yahudi rabinik Pirqe Avot (190-230 M) 1.7 mengatakan, “Hakimilah setiap orang pada timbangan jasa”. Jadi izinkanlah saya mengambil buku catatan saya dan mengikuti anda ke mana-mana dan menghakimi anda menurut jasa anda terhadap hukum. Saya yakin anda akan sangat menghargainya! 😉 Pengkhotbah 12:14 mengatakan bahwa segala sesuatu akan dibawa ke terang, entah baik atau jahat, tetapi Allahlah, bukan kita, yang akan membawa segala sesuatu ke terang.

 

P: Dalam Yakobus 4:13-15, apakah itu OK untuk berencana untuk masa depan?

J: Ya, selama anda menyadari bahwa semua rencana anda sesuai dengan kehendak Allah.

   Jendra Dwight D. Eisenhower terlibat dalam merencanakan serangan terbesar sepanjang masa: pada Hari-H di Eropa ia mengatakan, “rencana itu tidak berguna, tapi merencanakan itu penting.” Rencana kita selalu berubah, tapi kita mengerjakan lebih ketika kita memiliki rencana daripada kita tidak punya rencana sama sekali.

   Amsal 14:22 mengatakan bahwa mereka yang berencana sesuatu yang baik akan menemukan kasih dan setia. Amsal 16:3 mengatakan untuk serahkanlah segala pekerjaanmu pada Tuhan, dan rencana kita akan terlaksana. Namun kita harus sadar seperti yang dikatakan Amsal 21:30 bahwa tidak ada rencana yang sukses yang melawan Tuhan.

 

P: Dalam Yakobus 4:13-15 dan Ams 27:1, apakah OK untuk mengatakan rencana kita untuk besok?

J: Ya, selama kita sadar bahwa apa yang kita lakukan menurut pada kehendak Allah. Kedua orang, Yakobus dan Yesus dalam Lukas 12:16-21 (orang kaya dengan gudangnya) memaksudkan pada orang-orang dengan sombongnya menyatakan apa yang akan terjadi di masa depan tanpa mengakui kedaulatan Allah. Amsal 29:23 dan Amsal 25:14,27 juga berbicara mengenai kesombongan.

 

P: Mengapa Yakobus 4:17 menyatakan penting untuk tidak mengabaikan?

J: Ini jelas bagi orang Kristen bahwa kita tidak diajarkan untuk melakukan hal-hal yang tidak menyukakan Allah. Namun, ketika ada hal baik yang perlu kita lakukan, dan tidak ada orang lain yang melakukannya, kita dapat berpikir rasional dengan tidak melakukannya dengan mengatakan itu bukan panggilan untuk kita, atau semacamnya. Pikirkanlah mengenai perumpamaan mengenai orang Samaria yang baik. Berpikir ”saya butuh waktu lebih untuk memikirkan apa yang diinginkan Allah untuk saya lakukan” itu sah saja jika anda memang benar-benar tidak mengetahui tentang strategi arahan untuk hidup anda, tapi bukan untuk kebutuhan yang segera.

 

P: Dalam Yakobus 5:1-3a, untuk tiga alasan pertama mengapa orang kaya harus menangis dan meratap, apakah perbedaan antara kekayaan, pakaian, dan emas serta perak?

J: Kekayaan dapat dinikmati atau disimpan, bersifat jangka pendek atau tetap, terlihat atau tidak. Jumlah keluarga yang dahulu kaya itu banyak, jadi mungkin kekayaan anda hanya boleh dianggap sebagai sesuatu yang anda miliki untuk sementara, untuk suatu masa. Tetapi selama masa itu manfaatkanlah sebaik-baiknya.

   Beberapa hal seperti karat, yang menggerogoti nilai kekayaan jangka panjang. Ngengat tidak membuat pakaian hancur; sebaliknya ngengat meninggalkan lubang-lubang yang membuat pakaian itu tidak berguna. Seperti ngengat, beberapa hal dapat dengan cepat menurunkan nilai kekayaan yang terlihat. Pikirkanlah sebuah kecelakaan, atau sesuatu yang menggores atau menyok mobil baru yang baru saja anda beli.

   Satu-satunya harta yang sungguh dapat bertahan adalah harta di sorga, yang berasal dari menyenangkan Allah dan melakukan kehendak-Nya.

 

P: Dalam Yakobus 5:1-6, siapakah tepatnya orang kaya yang sedang dibicarakan Yakobus?

J: Tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam jawabannya.

Allah berkenan kepada sebagian orang kaya. Abraham sangat kaya, bahkan menurut ukuran masa kini. Ayub juga sangat kaya pada akhirnya. Salomo tidak meminta kekayaan, tetapi Allah memberinya kekayaan. Ini mengarah pada orang kaya yang tidak menyenangkan Allah.

Orang yang tidak percaya atau orang percaya? Para penafsir berbeda pendapat tentang apakah orang kaya ini mengaku sebagai orang Kristen atau tidak. Tetapi jawaban yang sebenarnya adalah: tidak menjadi soal. Apa pun yang mereka akui, mereka tidak mengikuti Allah. Tidak ada yang menghalangi Yakobus untuk mengarah pada kedua jenis itu. Namun, Yakobus setidaknya sedang berbicara kepada orang-orang di dalam gereja, jadi peringatan ini pasti mencakup orang kaya yang jahat yang pergi ke gereja, seperti juga seluruh pasal ini.

Mungkinkah ia sedang berbicara tentang salah seorang dari kita? Jika sebagian besar dunia belum mendengar Injil, dan sulit memperoleh dana yang memadai bagi para misionaris, bagaimanakah Allah akan menghakimi barang-barang mewah yang telah kita beli untuk diri kita sendiri? Seperti dikatakan Tony Evans, “menggenggam kekayaan dapat merenggut kekekalan anda.”

 

P: Dalam Yakobus 5:1-6, apakah Allah membenci orang-orang kaya?

J: Tidak. Abraham sangat kaya, dan Yakobus menyebutnya dengan bangga sebagai orang yang benar dihadapan Allah, dalam Yakobus 2:20-23. Allah tidak mengungkapkan kebencian disini, tapi peringatan yang tegas yang ditujukan pada orang yang mencintai kekayaan.

 

P: Dalam Yakobus 5:1-6, apakah kekayaan adalah kutukan, atau sebuah berkat seperti yang dikatakan dalam Amsal 15:6 dan Mzm 112:3?

J: Kekayaan itu sendiri adalah netral, tidak baik juga buruk. Itu tergantung bagaimana kekayaan digunakan. Namun, ketamakan dan cinta terhadap uang selalu perbuatan jahat. Yesus berkata dalam Matius 6:24, anda tidak dapat melayani kedua-duanya sekaligus, Allah dan uang. Ibrani 13:5 tidak mengatakan kita tidak harus mencintai uang terlalu berlebihan. Lebih lagi, dikatakan kita harus (sepenuhnya) bebas dari rasa cinta dengan uang. Para penatua Kristen khususnya tidak harus menjadi pecinta uang menurut 1 Timotius 3:3.

   Ini seperti penyakit yang buruk dari gereja modern bahwa beberapa pemimpin Kristen tidak jujur dengan uang gereja, tapi ini terjadi juga dengan Yudas, murid Yesus. Policarpus, murid rasul Yohanes dan uskup untuk Smyrna (tahun 155 A.D.), dalam suratnya (11:1-4) berbicara mengenai skandal yang mirip di Smyrna. Sebagaimana Polycarpus menempatkannya, ia “sangat bersedih sekali” dimana seorang dewan gereja bernama Valens dan istrinya “lupa” ia adalah seorang dewan gereja dan mengambil uang gereja. Namun, gereja Smyrna tidak perlu malu, Valens dan istrinya yang harus malu.

 

P: Dalam Yakobus 5:2, mengapa mereka menyebutkan pakaian bersama dengan emas dan perak?

J: Selain emas dan perak, pakaian dapat dipakai sebagai pembayaran untuk jasa. Hal ini ditunjukkan dalam 2 Raja-raja 5:5,22; Matius 6:19; dan dalam apokrifa 1 Makabe 11:24. Ketika mereka memiliki jubah dan selendang, ukuran tidak terlalu menjadi soal.

 

P: Dalam Yakobus 5:2-3, apakah yang dikatakan ayat ini tentang penimbunan, dan mengapa orang kaya yang jahat menimbun di sini?

J: Orang kaya yang jahat di sini menimbun kekayaan, pakaian, emas, perak, dan bahkan upah orang lain. Bukan hanya mereka tidak murah hati; mereka bahkan tidak membayar apa yang sepatutnya mereka bayar.

   Gary Brandenburg, dalam sebuah khotbah pernah menceritakan tentang seorang investor, dengan kekayaan lebih dari $200 juta, yang bekerja sampai larut malam. Seseorang bertanya kepadanya mengapa ia bekerja sampai selarut itu. Ia menjawab, “supaya saya tidak perlu tidur di tanah.” Ternyata, ketika ia masih kecil, mereka begitu miskin sehingga ia harus tidur di tanah. Ia selalu mengingat hal itu, dan karena itu, sekaya apa pun ia menjadi, ia selalu takut tidak memiliki cukup dan harus tidur di tanah lagi.

a) Orang dapat menimbun karena rasa tidak aman tentang masa depan keuangan mereka. Mereka pikir masa depan mereka ada di tangan mereka sendiri, bukan di tangan Allah, dan mereka berusaha sekuat tenaga memperkecil risiko.

b) Orang dapat menimbun karena tertekan saat harus membuang barang. Simpanlah seribu barang tambahan, karena jika tidak, suatu hari nanti, jauh di masa depan, anda mungkin memerlukan salah satu barang itu, dan anda tidak mau harus membelinya lagi. Tetapi biaya membeli sebuah barang lagi sesekali lebih kecil daripada kerepotan karena semuanya menjadi berantakan.

c) Orang juga dapat menimbun karena ketamakan, supaya mereka memiliki sumber dana untuk berinvestasi dalam kesempatan besar kelak. Tetapi jika aset yang anda timbun itu tidak mudah dicairkan, maka aset itu mungkin tidak banyak menolong.

d) Orang dapat menimbun sesudah peristiwa hidup yang traumatis. Mereka berubah dari percaya bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja menjadi berpegang erat pada segala yang masih dapat mereka pegang.

e) Orang dapat menimbun karena kebiasaan; memiliki lebih banyak barang tidak pernah merugikan. Mereka takut kehabisan sesuatu atau mereka merasa ada nilai dalam memiliki banyak barang di sekeliling mereka.

   Seseorang dapat menimbun apa saja dan segala sesuatu, tetapi orang lebih sering menjadi “penimbun yang selektif”. Mereka hanya menimbun buku, atau mobil, atau pakaian, atau sepatu, atau kertas, atau majalah, atau komputer, atau bahkan kucing.

   Orang lebih mungkin menimbun barang jika mereka dekat dengan anggota keluarga yang menimbun, atau sesudah keadaan yang penuh tekanan. Cleveland Clinic memperkirakan bahwa 2-6% orang Amerika mengalami gangguan penimbunan. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17682-hoarding-disorder

   Tetapi sebagai orang asing dan pendatang di dunia ini, kita perlu mempelajari seni “bepergian dengan ringan” dibandingkan “memberi makan ngengat”. Seperti dikatakan The Message of James karya Alec Motyer hal.165-166, “Penimbunan adalah penyangkalan terhadap penggunaan yang sepatutnya (bdk. Luk. 12:33), terhadap kepercayaan yang sejati (bdk. 1 Tim. 6:17), dan terhadap pengharapan yang saleh (bdk. 1 Tim. 6:18-19).”

   Lihat https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hoarding-disorder/symptoms-causes/syc-20356056 dan https://www.verywellhealth.com/hoarding-5093362 untuk informasi lebih lanjut.

 

P: Dalam Yakobus 5:3, di bumi emas tidak berkarat kecuali dalam asam, dan perak menjadi kusam dengan lambat. Mengapa karat mereka akan bersaksi melawan seseorang?

J: Emas murni sama sekali tidak akan berkarat oleh udara atau air. Tetapi sesuatu yang terbuat dari emas yang dicampur dengan perak atau logam lain akan berkarat seiring waktu. Hal itu akan menjadi kesaksian bahwa emas itu bukanlah seperti yang digambarkan. Demikian juga, menindas orang miskin adalah kesaksian melawan kesejatian iman seseorang. Tetapi sama seperti aqua regia melarutkan emas murni, di bumi bahkan logam yang tampaknya paling tahan karat pun masih dapat dihakimi dan diambil oleh Allah.

   Yakobus memiliki perumpamaan yang sangat unik di sini. Ia mengatakan bahwa mereka telah “menimbun” murka.

 

P: Dalam Yakobus 5:4, Imamat 19:13; Ulangan 24:14-15; Ayub 7:1-2; 24:10; 31:13; 31:38-40, Amsal 3:27-28; Yeremia 22:13; Amos 8:4-6; Maleakhi 3:5; Matius 20:8, apakah beberapa cara orang secara curang menahan upah?

J: Secara terang-terangan mereka mungkin sekadar tidak membayar upah yang secara hukum wajib mereka bayar, atau mencari-cari pembenaran untuk membayar lebih sedikit. Atau mereka mungkin menemukan celah hukum untuk menghindari pembayaran. Secara tersirat mereka mungkin memakai taktik keras untuk menawar upah atau pembayaran serendah mungkin.

   Satu contoh yang pernah saya dengar adalah sebuah perusahaan permainan komputer yang membayar rendah tetapi menjanjikan bonus besar kepada semua pemrogram begitu permainan itu diluncurkan. Lalu, tepat sebelum permainan itu diluncurkan, mereka memberhentikan orang-orang itu. Contoh yang kedua adalah mengenakan biaya keuangan yang berat untuk pembayaran yang terlambat, lalu tidak menjelaskan dengan jelas kapan pembayaran itu harus dilakukan.

   Contoh yang ketiga adalah sebuah perusahaan besar yang terdaftar di NYSE yang memotong gaji karyawannya, membayar selisihnya dalam bentuk bonus berdasarkan kinerja perusahaan. Tahun berikutnya perusahaan itu memperoleh keuntungan yang luar biasa, tetapi para eksekutif mengatakan bahwa hal itu tetap tidak memenuhi sasaran kinerja mereka, sehingga hanya sedikit bonus yang dibayarkan.

   Contoh keempat dari kecurangan perusahaan adalah jika jumlah yang dibayar kurang satu sen pun dari jumlah penuh, perusahaan itu mungkin mengenakan denda keterlambatan atas seluruh jumlahnya. Jika ada beberapa tagihan yang terutang, dan pelanggan membayar sebagian dari total tagihan, tagihan manakah yang harus dibebani pembayaran itu (yang paling awal atau yang paling akhir)? Beberapa perusahaan akan membebankannya pada pembayaran yang paling menguntungkan mereka.

   Contoh kelima adalah jika sebuah perusahaan dengan tagihan berulang, seperti perusahaan telepon, menambahkan layanan (dan biaya) pada tagihan pelanggan tanpa persetujuan atau sepengetahuan mereka. Ketika pelanggan mengetahuinya dan mengeluh, mereka menghapus biaya itu. Tetapi pelanggan yang tidak memperhatikannya tetap dikenakan jumlah tambahan itu.

   Contoh keenam adalah melalui “biaya” tak terduga yang ditambahkan pada investasi, 401K, dan upah, ketidakmampuan mencairkan tunjangan, atau penundaan pembayaran yang tidak disebutkan. Saya mengenal seseorang yang menanamkan 401K-nya selama tujuh belas tahun, dan sesudah dipotong biaya, tingkat pengembalian totalnya adalah 0%.

   Di luar Alkitab, hal ini juga disebutkan dalam Sirakh 7:20; 31:4; 34:21 dst.; Tobit 4:14; Wasiat Ayub 12:4; dan Pseudo-Fokilides (100 SM-100 M) 19.

 

P: Dalam Yakobus 5:5, apakah tepatnya memanjakan diri itu?

J: Ini hanyalah hidup untuk diri sendiri, atau menimbun uang hanya untuk diri anda dan keluarga anda. Jika anda tidak memberi apa pun kepada Allah atau kepada orang lain, berhati-hatilah supaya kekayaan tidak menjadi berhala anda. Memanjakan diri dapat berupa mengeluarkan uang atau mencari kesenangan bagi diri sendiri padahal anda seharusnya tidak melakukannya. Sebagai contoh, hal ini dapat berupa membeli barang-barang bermerek, memakan makanan yang mahal, anggur yang mahal, dan sebagainya. Dikatakan bahwa anda “memuaskan hatimu”, yang menyiratkan bahwa kekayaan mengubah hati dan karakter anda. Anda perlu sungguh-sungguh berhati-hati dengan hati anda.

 

P: Dalam Yakobus 5:5, apakah perbedaan antara kesenangan dan kemewahan?

J: Keduanya memiliki arti yang mirip, dengan sedikit perbedaan. Kata Yunani untuk kemewahan, espatalesate, adalah kata yang umum dalam kesusastraan; kata itu tidak berarti hidup dalam kejahatan, melainkan kemewahan yang lembut dan berlebihan. Kesenangan, etryphesate, memiliki nuansa melakukan apa pun yang diinginkan hati anda, bahkan hal-hal yang jahat. Terjemahan lain dapat berupa “berfoya-foya”. Keduanya mungkin jenis pemanjaan diri yang berbeda, tetapi Yakobus berbicara menentang keduanya.

 

P: Dalam Yakobus 5:6, bagaimana orang kaya membunuh orang miskin?

J: Ada dua cara, dan yang kedua lebih umum.

Setidaknya di kota Roma, siapa pun yang memiliki uang dapat menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh orang lain. Orang kaya dapat begitu saja membunuh mereka yang menghalangi jalan mereka. Orang kaya sendiri lebih sulit dibunuh, karena mereka dapat memiliki pelayan yang menjadi pengawal.

Mereka dapat dengan tidak adil memakai hukum dan pengadilan untuk merampas makanan dari keluarga miskin, menjadikan mereka pengemis, dan akhirnya membuat mereka kelaparan. Mirip seperti ketika seorang anak laki-laki mengumumkan kepada ayahnya bahwa ia ingin menjadi penjahat ketika besar, dan ayahnya bertanya, “sektor swasta atau sektor pemerintah?”

 

P: Dalam Yakobus 5:7-8, mengapa penting bagi orang Kristen untuk bersabar?

J: Kata Yunani untuk kesabaran, makrothymon, secara harfiah berarti “panjang sabar”, dengan makna tersirat “tetap tenang”. Pertama, Allah sekadar memerintahkan kita untuk bersabar. Apa yang diperoleh seorang petani ketika ia menanam tanamannya? Ia tidak memperoleh apa-apa dengan segera, kecuali bahwa ia baru saja kehilangan banyak uang untuk benih. Ia hanya berharap memperoleh hasil yang besar jauh di kemudian hari. Kadang-kadang kita kehilangan kesempatan dan berkat ketika kita tidak sabar. Bersabar bahkan dalam hal-hal kecil yang tidak berarti mengembangkan kemampuan kita untuk bersabar dalam hal-hal yang lebih besar. Kesabaran kita di bawah percobaan mungkin membawa berkat atau kesempatan yang lebih besar bagi kita; tetapi kadang-kadang tidak. Kadang-kadang, seperti Ayub, ketekunan kita semata-mata berguna untuk memuliakan Allah. Kita dapat bersabar ketika kita mengingat betapa sabarnya Allah terhadap kita (dan masih tetap demikian).

   Kata Yunani untuk kedatangan di sini, parousia, mengarah pada kembalinya Yesus. Dalam tulisan sekuler kata itu mengarah pada kunjungan resmi seorang raja ke sebuah kota. Parousia juga disebutkan dalam Matius 24:3,27,37,39; 1 Korintus 15:23; 1 Tesalonika 2:19; 4:15; 5:23; 2 Tesalonika 2:1; 2 Petrus 1:16; 3:4; 1 Yohanes 2:28.

   Hujan awal turun pada bulan Oktober sampai November, tepat sesudah penaburan, dan hujan akhir turun pada bulan Maret sampai April tepat sebelum panen. Kedua hujan itu diperlukan untuk panen yang baik. Hujan awal dan hujan akhir juga disebutkan dalam Septuaginta dalam Ulangan 11:14; Yeremia 5:24; Hosea 6:3; Yoel 2:23 dan Zakharia 10:1.

 

P: Dalam Yakobus 5:7-11, apakah pola kesabaran/ketekunan dan lidah?

J: Ini adalah pola yang berselang-seling.

5:7-8 membahas kesabaran seperti seorang petani

5:9 membahas lidah dan berbicara buruk terhadap orang lain

5:10-11 membahas kesabaran dan ketekunan, menanti sampai Tuhan datang

5:12 membahas lidah dan mengucapkan sumpah

   Ada jalinan antara kesabaran di dalam hati kita dan menahan diri dengan hati-hati dari mengucapkan kata-kata yang gegabah. Bersabar terhadap Allah dan terhadap diri sendiri, yang disertai kesombongan, dapat membawa pada sungut-sungut terhadap orang lain yang masih sedang dikerjakan Allah. Memiliki ketekunan di bawah percobaan, yang disertai kesombongan, dapat membawa pada sumpah yang gegabah seperti yang diucapkan Petrus pada Perjamuan Terakhir. Ketika kita tidak sabar, pada umumnya lebih sulit mengendalikan lidah kita.

 

P: Dalam Yakobus 5:9, apakah yang salah dengan bersungut-sungut, dan apakah beberapa cara orang bersungut-sungut?

J: Hal itu salah semata-mata karena Allah memerintahkan kita untuk tidak melakukannya, melainkan melakukan segala sesuatu dengan ucapan syukur. Lebih daripada itu, bersungut-sungut adalah mengeluh secara lisan tentang seseorang atau suatu keadaan. Orang bersungut-sungut ketika keadaan buruk, atau tampak buruk atau tidak berguna tanpa perlu, atau tidak adil. Yakobus 5:13-18 berisi penawar bagi sungut-sungut. Daripada mengucapkan kata-kata buruk kepada orang lain, ucapkanlah kata-kata yang baik kepada Allah dalam doa.

 

P: Dalam Yakobus 5:10-11, dengan melihat bayi dan anak kecil, kita sama sekali tidak dilahirkan dengan kesabaran; kesabaran harus dipelajari. Jadi bagaimana kita mengembangkan kesabaran kita?

J: Berikut adalah empat hal.

Pertama, ingatlah betapa sabarnya Allah terhadap kita.

Kedua, mintalah kepada Allah untuk terus menjadikan karakter anda lebih serupa dengan Kristus, termasuk memiliki kesabaran.

Ketiga, sadarilah bahwa menanti dengan sabar lebih bermanfaat daripada tidak sabar tentang sesuatu, karena tidak sabar sama sekali tidak menolong.

Akhirnya, mengembangkan “otot kesabaran” anda memerlukan “latihan”, atau mempraktikkan kesabaran. Kita memerlukan kesempatan untuk mempraktikkan buah Roh dalam Galatia 5:22-23 dan untuk menyalibkan daging kita.

 

P: Dalam Yakobus 5:10-11, kesabaran dan ketekunan berhubungan satu dengan yang lain, tetapi apakah perbedaannya?

J: Kesabaran adalah kemampuan menanti dengan tenang akan sesuatu, seseorang, atau Allah. Ketekunan adalah “bertahan” dan menanggung perjuangan. Anda memerlukan kesabaran untuk bertekun selama suatu masa.

   Ketekunan bukanlah duduk berpangku tangan, melainkan terus berjuang melakukan apa yang anda tahu Allah kehendaki untuk anda lakukan, meskipun ada rintangan. Ketekunan adalah bertahan dalam sebuah pertandingan, entah itu perang olahraga, militer, atau rohani. Kita perlu bertekun dalam penderitaan yang singkat dan hebat, tetapi juga dalam percobaan yang menahun dan panjang, tanpa kehilangan sukacita atau pengharapan kita.

   Akhirnya, Yakobus mengatakan bahwa Ayub memiliki ketekunan, tetapi Yakobus sebenarnya tidak mengatakan bahwa Ayub memiliki kesabaran. Ayub tekun dalam imannya kepada Allah, tetapi banyak kali Ayub tidak sabar terhadap Allah.

 

P: Dalam Yakobus 5:10-11 dan Yakobus 1:3-4, mengapa ketekunan penting bagi seorang Kristen?

J: Kita dipanggil untuk menanggung penganiayaan dan kesukaran. Kita tidak seharusnya khawatir tentang masa depan, yang untuknya kita tidak memiliki jaminan. Dalam perumpamaan tentang penabur dalam Lukas 8:5-18, benih yang ditaburkan di atas batu bertumbuh dengan sukacita, tetapi tidak bertekun. Benih yang ditaburkan di antara semak duri juga bertumbuh, tetapi terhimpit dan tidak menghasilkan buah. Orang menyukai makanan cepat saji, bahkan ketika makanan itu tidak begitu sehat; demikian pula sebagian orang menginginkan makanan cepat saji secara rohani juga.

 

P: Dalam Yakobus 5:12, bersumpah di sini mengarah pada berjanji demi sesuatu. Di sini dan dalam Matius 5:34-37, mengapa Allah tidak menghendaki kita mengucapkan sumpah? Menurut anda apakah yang dilihat Allah ketika seseorang bersumpah seperti itu?

J: Beberapa perintah Allah telah berubah dengan Perjanjian Baru. Di bawah Hukum Musa orang harus menepati sumpah mereka, tetapi di bawah “hukum yang memerdekakan” yang baru dan berbeda dalam Perjanjian Baru, kita sama sekali tidak boleh mengucapkan sumpah. Kita dapat berkomitmen pada apa yang kita rencanakan untuk dilakukan. Namun, jika sesuatu berubah, atau kita memperoleh keterangan yang baru, kita ingin menghindari terikat.

 

P: Dalam Yakobus 5:12, Hosea 4:2; Mat 5:34-37, apakah sumpah itu buruk, atau dapatkah sumpah menjadi hal yang baik seperti yang ditunjukkan Kej 21:24; Ul 6:13; Wahyu 10:5-6?

J: Sumpah dapat menjadi baik atau buruk. Sumpah adalah buruk jika anda

1. Melakukan perbuatan jahat.

2. Mengingkari sumpah anda (Pengkhotbah 5:4-6; Matius 6:33).

3. Dengan sombong percaya bahwa anda dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan anda lakukan besok. (Yakobus 5:12).

4. Berjanji atas nama Surga, bumi atau hal lain, yang sebaiknya mengatakan ya, jika ya. (Matius 5:34-37).

   Diberikan peringatan terdahulu, bahwa boleh saja membuat janji, dan merupakan hal yang baik untuk bernazar kepada Allah dan memegangnya, seperti yang dilakukan Hana, dalam 1 Samuel 1:10-11.

   Peter Davids menunjukkan persamaan dalam bahasa Yunani antara Yakobus 5:12 dan Matius 5:34-37. Berdasarkan analisisnya, Davids mengatakan tidak Yakobus juga orang Yahudi atau sumber Kristen menyentuh sumpah yang resmi, seperti dalam pengadilan. Lebih lanjut, Yakobus melarang semua penggunaan sumpah dalam kegiatan sehari-hari untuk membuktikan seorang Kristen berkata yang benar. Ya atau tidak sudah cukup.

   Menurut Maimonides, filsuf Yahudi di zaman abad pertengahan. Jika seorang Yahudi berjanji demi surga, matahari, bumi, kepalanya, para nabi, atau sebuah kitab suci, itu bukanlah janjinya yang sebenarnya, (dan ia tidak harus memegang janjinya). Bertentangan dengan kalimat yang licik ini, Michaelis berkata orang-orang disekitar orang Yahudi menyebutnya dengan cara yang merendahkan dengan sebutan “sumpah orang Yahudi”.

 

P: Dalam Yakobus 5:12 dan Mat 5:33-37, haruskah kita tidak pernah berjanji atau bersumpah, bahkan dalam ruang pengadilan?

J: Ketika beberapa orang Kristen memiliki pemikiran demikian, banyak orang Kristen melihat bahwa ini boleh saja, karena ada sebuah perbedaan antara berjanji atas sesuatu, yang Yakobus kutuk, dan hanya mengatakan sebuah janji, yang sebenarnya tidak masalah. Perjanjian yang melibatkan sebuah janji, juga.

   Adalah salah ketika janji anda “demi kekuasaan Allah”, “demi Surga”, “demi bumi”, atau “demi Alkitab”, yang berarti bahwa janji anda bersandar pada hal-hal tersebut. Juga salah apabila anda mengartikan sumpah anda tidak akan menjadi hebat jika anda tidak menyebutkan hal-hal ini.

   Boleh saja, untuk menaruh tangan anda di atas Alkitab, dan untuk mengatakan bahwa anda menginginkan pertolongan Allah untuk mengatakan kebenaran, semua kebenaran, dan tidak ada apapun kecuali kebenaran.

 

P: Dalam Yakobus 5:13, menurut anda apakah anda lebih mungkin berdoa meminta pertolongan ketika anda sedang mengalami kesulitan, atau lebih mungkin mengucapkan doa syukur sesudah kesulitan itu berlalu? Bagaimana kita harus menjaga keseimbangan di sini? (Di manakah sembilan yang lain?)

J: Banyak orang lebih sering berdoa ketika mereka sedang mengalami kesulitan daripada ketika keadaan sedang baik. Seolah-olah keinginan mereka akan pertolongan lebih besar daripada keinginan mereka untuk bersyukur kepada Allah. Janganlah mengurangi doa anda ketika anda dalam kesulitan, tetapi berusahalah supaya doa anda sama seringnya dan sama bersungguh-sungguhnya ketika keadaan sedang baik.

   Dalam Yakobus 5:7-12 ada tujuh kali penyebutan kesabaran dan ketekunan. Dalam ayat 5:13-19 ada tujuh kali penyebutan doa.

   Ketika Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta dalam Lukas 17:11-19, dan menyuruh mereka pergi kepada imam, hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepada-Nya. Apakah anda serupa dengan orang kusta itu, atau anda seperti sembilan yang lain?

 

P: Dalam Yakobus 5:13, ketika anda memiliki perasaan-perasaan ini, pernahkah anda memikirkan bahwa Allah memberi anda sebuah perintah di sini?

J: Banyak orang akan melihat bahwa anda harus berdoa untuk penderitaan anda, supaya penderitaan itu diringankan, tetapi itu bukanlah pokok yang utama di sini. Ketika kita menderita, itu adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah dalam doa, dan Allah memerintahkan kita berdoa; bukan hanya tentang penderitaan kita, tetapi untuk lebih dekat dengan Dia. Bergembira secara harfiah dalam bahasa Yunani adalah “berhati baik”. Ketika kita bergembira, entah karena alasan yang jelas, atau karena kita hanya merasa gembira tanpa alasan yang langsung, kita diperintahkan untuk menyanyikan mazmur dan memuji Allah. Seperti dikatakan Yohanes Calvin, “tidak ada waktu di mana Allah tidak mengundang kita kepada diri-Nya.” Atau seperti dikatakan Motyer, kita harus “menguduskan setiap kesenangan dan menyucikan setiap penderitaan.”

 

P: Dalam Yakobus 5:14, tepatnya mengapa orang sakit diolesi dengan minyak?

J: Orang Kristen memiliki dua penafsiran mengenai ayat ini.

Olesan yang khusus: Tafsiran ini mengatakan bahwa ini mirip dengan mengoleskan seorang imam dengan minyak atau menaruhkan tangan diatas orang tua: tujuannya adalah untuk meminta berkat khusus dari Allah.

Tindakan medis: tafsiran ini mengatakan mengoleskan dengan minyak disebutkan karena itu adalah standar dalam pengobatan secara medis pada saat itu, terutama di lingkungan padang gurun yang kering.

 

P: Apakah Yak 5:14 mendukung kebiasaan Katholik Roma mengenai “pemakaian minyak” atau “upacara terakhir”?

J: Itu tidak mendukung sebagai satu dari tujuh sakramen gereja. Namun, kecuali kalau anda berpikir pengolesan dengan minyak hanya tindakan medis, tapi ini tidak mendukung dengan hanya mengoleskan minyak pada orang yang sudah genting keadaan kesehatannya, seperti halnya di bagian manapun dalam Alkitab, yaitu melakukan doa dan puasa seperti yang diajarkan.

 

P: Apakah Yak 5:15-16 saat ini mendukung “iman-penyembuh”?

J: Tidak juga. Yakobus 5:15-16 mengatakan bahwa banyak orang percaya dapat berdoa untuk orang sakit, dan Allah dapat memilih untuk menyembuhkan mereka.

 

P: Dalam Yakobus 5:16 dikatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” sementara Roma 3:10 berkata, “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Jika tidak ada orang yang benar, lalu mengapa mengatakan, “Doa orang yang benar”?

J: Beberapa waktu dalam Alkitab kata yang sama dapat memiliki makna yang berbeda tergantung konteksnya. Contohnya, dalam banyak bagian theos berarti Allah yang sejati, sementara dalam konteks lain kata yang sama digunakan untuk mengarahkan pada dewa berhala. Dalam Filipi 3:12-13 Paulus menyatakan ia tidak mencapai apapun dan tidaklah sempurna. Namun dalam Filipi 3:15 Paulus berbicara mengenai mereka yang dikatakan sempurna. (Walaupun kata dalam bahasa Yunani berbeda, Paulus tetap memberikan kita keseimbangan pemikiran di sini). Kita belumlah sampai, kita masih berdosa (1 Yoh 1:8), dan tidak ada orang yang benar seperti yang dikatakan Daud dalam Mazmur 14:3. Dilain hal, jika kita telah menerima Yesus sebagai Tuhan kita dan Juru Selamat kita kita telah “telah menyebrangi jurang pemisah” dan kita sedang dalam proses mencapai kesempurnaan, dan menjadi benar, penyucian ini menjadi lengkap ketika kita mati. Pada ”hal ketiga”, Allah menyatakan kita sepenuhnya benar dan dibenarkan saat ini dalam perihal keadilan, dan Daud bahkan berkata ia adalah orang yang tulus (benar) dalam Mazmur 7:10.) Paulus menguraikan dengan jelas mengenai kebenaran tentang paradoks ketidaklayakan Daud dalam Roma 4:6-9, menjelaskan bahwa Allah “menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada” (Roma 4:17b).

 
P: Apakah Yak 5:16 mendukung Katholik Roma dalam kebiasaan untuk pengakuan dosa pada seorang pastur?

J: Tidak. Dikatakan mengaku dosa pada saudara anda, bukan hanya pada seorang pastur. Catatan tambahan, Amsal 28:13 juga berbicara mengenai pengakuan dosa pada orang lain.

 

P: Dalam Yakobus 5:16 dikatakan, “Doa orang yang benar sangat besar kuasanya,” sedangkan Roma 3:10 mengatakan, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” Jika tidak ada yang benar, lalu mengapa dikatakan, “doa orang yang benar”?

J: Ada tiga segi untuk memahami hal ini.

Tanpa Kristus, Roma 3:10 menceritakan keadaan manusia dari setiap orang yang terpisah dari Allah. Tidak seorang pun benar dengan kekuatannya sendiri. Tetapi karena Yesus telah datang, kita dijadikan orang-orang yang benar; jika tidak demikian, tidak ada seorang pun yang disapa di sini.

(Sudah) Secara kedudukan di dalam Kristus: karena pekerjaan Kristus, kita secara kedudukan 100% benar di mata Allah. Namun, bukan itu yang sedang dibicarakan ayat ini.

(Sedang menjadi) Secara pengalaman di dalam Kristus kita seharusnya hidup benar sekarang dalam perjalanan kita bersama Allah dan dalam perjuangan kita untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus sekarang.

Ringkasan: Kebenaran di sini berarti hidup benar di hadapan Allah, bukan kesempurnaan tanpa dosa. Menurut definisi itu, ya, orang percaya dapat dan seharusnya menjadi benar sekarang juga.

 

P: Dalam Yakobus 5:16, apakah kita harus membuat pengakuan dosa yang terperinci di depan umum atas setiap dosa kepada orang lain?

J: Janganlah mengaku kepada orang yang akan bergosip, atau kepada orang yang mungkin tersandung karena apa yang anda bagikan. Anda tidak perlu mengakui setiap perincian yang menjijikkan, tetapi akuilah apa yang anda lakukan, mengapa, dan bagaimana perasaan anda tentang hal itu sekarang.

 

P: Dalam Yakobus 5:16, jika seorang Kristen meninggal dan lupa meminta ampun pada Allah atas segala dosanya, akankah ia masuk Surga?

J: Ya. Allah bahkan mengampuni kita atas dosa dari kelupaan kita. Bukanlah karena permintaan kita yang menghasilkan pengampunan, tapi tebusan yang dilakukan Yesus atas dosa kita 2.000 tahun lalu.

 

P: Dalam Yakobus 5:16, apakah kita diajarkan untuk menceritakan secara detil dosa kita pada orang lain?

J: Tidak. Yakobus 5:16 mengatakan untuk “mengakui” bukan “mendata secara rinci”. Ini tepat bagi kita untuk mengakui dosa kita pada seorang Kristen. Namun, kita tidak perlu masuk ke dalam “GSD”, yaitu, gross sin detail. Kita juga tidak harus mengakuinya pada beberapa orang dan dalam cara tertentu yang mungkin membuat mereka tersandung atau tergoda.

 

P: Dalam Yakobus 5:16, apakah kita sekarang ini diajarkan untuk mengakui dosa kita pada orang lain?

J: Ya. Yakobus 5:16 tidak mengatakan bahwa ini salah dengan kita mengakui pada seorang pastur atau imam, tapi kita dapat mengakuinya pada orang Kristen lain yang sudah dewasa.

 

P: Dalam Yakobus 5:17-18 dan Lukas 4:25, apakah Elia adalah contoh kesabaran atau ketekunan? Mengapa?

J: Ya, Elia adalah contoh yang baik. Elia berdoa supaya tidak turun hujan selama tiga setengah tahun, dan ia sabar, walaupun sang ratu hendak memburunya. Elia adalah contoh iman yang berani dalam 1 Raja-raja 18:19-36. Namun, Elia tidak sempurna. Ia melarikan diri karena satu ancaman saja dalam 1 Raja-raja 19:3. Elia tertekan dan ketakutan sesudah perhadapan dengan nabi-nabi Baal dan ketika sang ratu hendak membunuhnya dalam 1 Raja-raja 19:4-10. Elia mengasihani diri sendiri dalam 1 Raja-raja 19:10. Tetapi jika Elia, meskipun dengan kekurangannya yang serius, masih dapat berdiri sebagai contoh yang bersinar dari seorang yang benar yang berdoa, maka demikian pula kita.

 

P: Dalam Yakobus 5:19-20, dapatkah seorang percaya yang sejati menyimpang dari kebenaran? Dengan cara apakah orang yang menyimpang dan kembali itu diselamatkan dari maut?

J: Ya. Bahkan orang-orang pilihan dapat disesatkan menurut Matius 24:12,24. Bahkan orang percaya yang saleh dapat jatuh dengan serius, seperti Daud, dan menyimpang dari kebenaran; tetapi jika mereka orang percaya yang sejati mereka akan kembali. Gereja adalah banyak hal, tetapi satu hal yang seharusnya menjadi gereja adalah rumah sakit rohani.

 

P: Dalam Yakobus 5:20, bagaimana kita menyelamatkan seorang pendosa dari kematian atas banyaknya dosanya?

J: Lihat pembahasannya pada 1 Petrus 4:8 untuk jawabannya.

 

P: Dalam Yakobus, bagaimana dengan pernyataan bahwa mereka menemukan kotak berisi tulang yang merupakan tulang dari Yakobus, saudara kandung Tuhan?

J: Oded Golan, pedagang barang antik yang menghasilkan ini juga telah menghasilkan lembaran batu dari bait suci pada abad ke-8 S.M. memperbaiki dengan sangat mirip dengan cerita Yoas dalam 2 Raja-raja. Ia dipenjara oleh polisi Israel atas prasangka penipuan dan kepalsuan dari barang antiknya. Sebuah panel dari arkeolog Israel memberi aturan bahwa kedua barang antik ini adalah palsu; tulisan yang ada sekarang ini telah ditambahkan pada batu kuno yang tersisa. Uji laboratorium menunjukkan bahwa “patina usia yang harusnya menutupi naskah kuno telah dipergunakan hanya sekarang ini,” Christian News July 29, 2003 hal. 1,24. Analisis yang lebih detil mengenai kotak itu menunjukkan bahwa prasasti tersebut kekurangan lapisan oxidative yang mana juga dialami seluruh kotak itu. Daniel Eylon, ilmuwan material di Universitas Dayton, menyebutkan pemalsuan “jelas terlihat” menurut ‘USA Today’ 6/19/2003 hal. 8D.

 

P: Dalam Yakobus, mengapa kitab ini harus ada dalam Alkitab, karena Martin Luther berkecil hati mengenai ini?

J: Luther tidak menyangkal bahwa Yakobus harus ada dalam Alkitab. Namun, pada tahun 1520, ketika ada perselisihan antara Luther dan reformer, Andreas Karlstadt, yang dulunya mengajarkan kitab Yakobus, Luther menomorduakan pentingnya kitab Yakobus, dengan mengatakan bahwa dibandingkan dengan tulisan Paulus, Yakobus merupakan sebuah surat sedotan. Luther tida pernah menolak kitab Yakobus, tapi ia menempatkannya pada bagian paling akhir dari Alkitab.

   Ketidakadaan penekanan oleh Luther bukanlah sebuah penjelasan mengenai kitab Yakobus, tapi justru sebuah penjelasan mengenai beberapa kelebihan dari teologi Luther. Luther membandingkan kita dengan Kristus sebagai kotoran hewan yang ditutupi salju. Secara alam, kita ini buruk, tapi Kristus yang menutupi kita. Ini semua baik dan benar. Namun, Luther meninggalkan fakta bahwa Kristus sedang menunjukkan sebuah pekerjaan untuk menyucikan kita. Allah tidak hanya menguburkan “kotoran” dosa kita, dan menjadikan kita tanpa dosa di surga, tapi Ia dalam proses menyuling kita seperti emas saat ini.

 

P: Dalam Yakobus, bagaimana kita tahu jika apa yang kita miliki saat ini adalah benda yang dapat dipercaya sesuai apa yang tertulis aslinya?

J: Ada setidaknya dua alas an.

1. Allah berjanji untuk menjaga firmanNya dalam Yesaya 55:10-11; Yesaya 59:21; Yesaya 40:6-8; 1 Petrus 1:24-25; Matius 24:35.

2. Bukti dari gereja awal. Berikut adalah beberapa penulis yang mengarah pada ayat-ayat di dalam kitab Yakobus.

Clement dari Roma (tahun 97/98 A.D.) mengutip Yakobus 4:6 (sama seperti 1 Petrus 5:5b; Amsal 3:34) 1 Clement bag. 30 vol.1 hal. 13. ditempat lain ia juga menyinggung mengenai Yakobus.

Letter of Barnabas (tahun 100-150 A.D.) bag. 19 hal. 149 menyinggung Yakobus 1:8.

Gembala Hermas (tahun 115-140 A.D.) mengutip sebagian Yakobus 4:12 dalam ‘Similtude’ 9 bag. 23 hal. 51. Juga mengarah pada bagian dari Yakobus 5:19-20 dalam ‘Similtude’ 10 bag. 4 hal. 55

2 Clement (tahun 150 A.D.) bag. 15 hal. 255 menyinggung Yakobus 2:19-25.

Irenaeus (tahun 182-188 A.D.) mengarah pada 3 ayat dalam Yakobus.

¼ kutipan: Yakobus 2:23 Irenaeus Against Heresies buku 4 bag. 13.4 hal. 478 “Abraham … dan karena itu menjadi “sahabat Allah”. Tapi Firman Allah…” dalam Yesaya 41:8b Allah mengatakan “atau keturunan Abraham, sahabatku”.

¾ kutipan: Yakobus 2:23b “dan ia disebut sahabat Allah” kalimat yang pasti ini ditemukan hanya dalam Yakobus 2:23b. Irenaeus Against Heresies buku 4 bag. 15.1 hal. 481

The Muratorian Canon (tahun 170-210 A.D.) tidak menyebutkan Yakobus.

Clement dari Alexandria (tahun 193-217/220 A.D.) mengutip Yakobus 4:6 dan 1 Petrus 5:6 dalam The Stromata buku 3 bag. 6 hal. 390 dan buku 4 bag. 17 hal. 428-429

Tertullian (tahun 198-220 A.D.) menyinggung Yakobus 1:13. On Prayer bag. 8 hal. 684

Origen (tahun 225-254 A.D.) mengutip Yakobus 4:17 dalam de Principiis buku 1 bag. 3.6 hal. 254

Anonymous Treatise Against Novatian (tahun 254-256 A.D.) mengutip sebagian dari Yakobus 4:6 hal. 661

Dionysius dari Alexandria (tahun 246-265 A.D.) mengutip bagian dari kitab Yakobus 1:13 dalam The Gospel according to Luke hal. 116. Ia juga mengutip sebagian dari kitab Yakobus 1:13 dalam An Exposition of Luke 22. 46. etc. hal. 119

Setelah zaman Nisea

½ Eusebius’ Ecclesiastical History (tahun 323-326 A.D.) buku 2 bag. 23 hal. 128 mengatakan bahwa Yakobus dan Yudas dikatakan telah menulis surat yang menggunakan nama mereka, walaupun ini diperdebatkan. Nicene and Post-Nicene Fathers Second Series vol.1 hal. 128

Hilary orang Poitier (tahun 355-367/368 A.D.) mengutip dari kitab Yakobus

Athanasius (tahun 367 A.D.) tidak mengarah pada ayat khusus dalam kitab Yakobus, tapi ia mendaftarkan kitab-kitab Perjanjian Baru dalam Festal Letter 39 hal. 552

Sinode Laodikia (dalam Phrygia) (tahun 343-381, 363 A.D.)

Cyril dari Yerusalem (tahun 349-386 A.D.) menyebutkan Yakobus dalam “Seven Catholic Epistles of Yakobus, Peter, John, and Jude” dalam Lecture 4.36 hal. 28

Gregory dari Nanzianzen (tahun 330-391 A.D.) menyinggung tentang Yakobus

Amphilochius (sampai tahun 394 A.D.) Iambi ad Seleucum

Didymus, orang buta (tahun 398 A.D.) mengutip Yakobus 1:12,2:3 sebagaimana ditulis oleh Yakobus. Commentary on Zechariah 6 hal. 129-130

Didymus, orang buta (tahun 398 A.D.) mengutip Yakobus 1:27 sebagaimana ditulis oleh Yakobus. Commentary on Zechariah 7 hal. 138

Epiphanius orang Salamis (tahun 360-403 A.D.) menyebutkan empat kitab injil, 14 surat Paulus, Yakobus, Petrus, Yohanes, Yudas, Kisah Para Rasul, Wahyu Yohanes, Kebijaksanaan Salomo dan Sirakh (=Pengkhotbah).

Rufinus (tahun 374-406 A.D.) mengarah pada kitab Yakobus sebagai kitab suci.

John Chrysostom (tahun 392-407 A.D.) mengutip ketiga kalimat terakhir dari Yakobus 2:18 sebagaimana “dikatakan”. Homilies on the Gosple of St. John Homily 72 mengenai Yoh 13:20. vol.14 hal. 267.

John Chrysostom (tahun 392-407 A.D.) mengutip tiga perempat bagian dari Yakobus 2:13 dalam Homilies on Philemon Homily 3 verse 25 vol.13 hal. 556

Chromatius (meninggal tahun 407 A.D.)

Jerome (tahun 373-420 A.D.)

Orosius/Hosius dari Braga (tahun 414-418 A.D.)

Dewan Kartago (tahun 393-419 A.D.)

John Cassian (tahun 419-430 A.D.) mengutip sebagian dari kitab Yakobus 1:12 dalam First Conference of the Abbot Isaac bag. 23 hal. 395

John Cassian (tahun 419-430 A.D.) mengutip sebagian dari kitab Yakobus 2:13 dalam First Conference of the Abbot Isaac bag. 22 hal. 395

John Cassian (tahun 419-430 A.D.) mengutip sebagian dari kitab Yakobus 1:19 dalam First Conference of the Abbot Nesteros bag. 9 hal. 439

Augustine dari Hippo (tahun 388-430 A.D.) menyebutkan rasul Yakobus dan mengarahkan pada tiga perempat dari bagian kitab Yakobus 2:13 dalam The City of God buku 19 bag. 26 hal. 419

Socrates’ Ecclesiastical History (tahun 400-439 A.D.)

Cyril dari Alexandria (tahun 444 A.D.)

Hesychius dari Yerusalem (sampai tahun 450 A.D.) (dilafalkan HESS-us) (kemudian) mengarah pada Yakobus 2:3

Eukarius (tahun 424-455 A.D.) Instructiones

Spekulum (abad kelima)

Paus Leo I dari Roma (tahun 440-461 A.D.)

Prosper dari Aquitaine, (tahun 425-465 A.D.) mengarah pada Yakobus 1:17 sebagaimana ditulis oleh Rasul Yakobus.

Dalam kitab-kitab palsu

Peter dari Alexandria (tahun 306,285-311 A.D.) menyinggung kitab Yakobus. The Genuine Acts of Peter hal. 258

3. Naskah-naskah awal yang kita miliki tentang Yakobus menunjukkan ada variasi naskah yang kecil, tapi secara teologi tidak ada kesalahan yang berarti sama sekali. Berikut adalah beberapa naskah sebelum abad ke-8.

Hal 20 (=papyrus Oxyrhynchus 1171) abad ketiga. Kitab Yakobus 2:19-3:2; (6 dari 96 huruf dari ayat 3:3); 3:4-9) Sebuah gambar dari naskah ini ada dalam The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts hal. 96. Buku ini juga menyebutkan bahwa tulisan tangan diatas naskah tersebut sangat mirip dengan P. Egerton 4 naskah dari 2 Tawarikh dan hal.27, sebuah naskah dari tulisan Roma Alexandria.

Abad ketiga - 1968 - The Text of the New Testament tidak menyebutkan ayat 3:3.

Abad ketiga - 1998 - Aland dkk. Edisi keempat revisi

Hal 23 Urbana (awal abad ketiga) (=papyrus Oxyrhynchus 1229 (Yakobus 1:10-12, 15-18) Sebuah foto dari ayat ini ada dalam The Complete Text of the Earliest New Testament Manuscripts hal. 102.

Awal abad ketiga - 1968 - The Text of the New Testament.

Hal 54, abad kelima-keenam. (Yakobus 2:16-18, 2:21?; 2:22-26; 3:2-4) Setuju dengan Vaticanus, Sinaiticus, dan Ephraemi Rescriptus

Abad kelima/keenam - 1968 - The Text of the New Testament tidak memiliki ayat 2:21.

Hal 74 (=Bodmer 17) Kis 1:2-5,7-11,13-15,18-19,22-25; 2:2-4; 2:6-3:26; 4:2-6,8-27; 4:29-27:25; 27:27-28:31; Yakobus 1:1-6,8-19,21-23,25,27; 2:1-3,5-15; 18-22, 25-26; 3:1,5-6,10-12,14,17-18; 4:8,11-14; 5:1-3,7-9,12-14,19-20; 1 Petrus 1:1-2,7-8,13,19-20,25; 2:6-7,11-12,18,24; 3:4-5; 2 Petrus 2:21; 3:4,11,16; 1 Yoh 1:1,6; 2:1-2,7,13-14,18-19,25-26; 3:1-2,8,14,19-20; 4:1,6-7,12,16-17;5:3-4,9-10,17; 2 Yoh 1,6-7,13; 3 Yoh 6,12; Yudas 3,7,12,18,24 (abad ketujuh)

Abad ketujuh - 1968 - The Text of the New Testament memiliki Yakobus 2:4 dan 1 Petrus 1:12

Abad ketujuh - 1975 - Aland dkk. Edisi ketiga

Abad keenam - 1998 - Aland dkk. Edisi keempat revisi

Hal 100 (=papyrus Oxyrhynchus 4449) Yakobus 3:13-4:4; 4:9-5:1 (abad ke-3 atau ke-4)

Vaticanus [B] (tahun 325-350 A.D.), Sinaiticus [Si] (tahun 340-350 A.D.), dan Alexandrinus [A] (tahun 450 A.D) memiliki keseluruhan dari kitab Yakobus.

Bohairik Koptik [Boh] abad ke-3/ke-4

Sahidik Koptik [Sah] abad ke-3/ke-4

Efraemi Reskriptus abad kelima (Yakobus 1:1-4:2)

0166 abad kelima. (Yakobus 1:11)

0173 abad kelima. (Yakobus 1:25-27)

Versi Armenia [Arm] dari abad kelima

Versi Georgia [Geo] dari abad kelima

Versi Ethiopia [Eth] dari tahun 500 A.D.

Peshitta Syriak [Syr P] tahun 375-400 A.D.

Philoxenian Syriak tahun 507/508 A.D.

Heraclean Syriak [Syr Her]

Palestinian Syriak [Syr Pal] (Yakobus 1:1-12)

   Menurut New International Greek Testament Commentary on James hal. 59-60, tidak ada tulisan “keluarga barat” dari Yakobus, hanya dari penulis Alexandria dan Byzantine.

   Catatan lain yaitu bahwa Muratorian Canon (tahun 170 A.D.) tidak memasukkan kitab Yakobus, Ibrani, atau 1 dan 2 Petrus.

 

Lihatlah www.BibleQuery.org/jmsMss.htm untuk info lebih lanjut mengenai naskah awal dari kitab Yakobus.